Dua Pendaki Singapura Tewas Tertimpa Batu di Gunung Dukono
Tim SAR gabungan menemukan dua warga Singapura pendaki Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dalam kondisi meninggal dunia akibat erupsi.
Tim SAR gabungan menemukan dua pendaki warga negara asing yang sebelumnya dilaporkan hilang usai erupsi Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dalam kondisi meninggal dunia. Kedua korban ditemukan pada Minggu pukul 13.00 WIT di sekitar titik yang berjarak sekitar 13 meter dari lokasi pertama sinyal darurat terdeteksi oleh Basarnas Command Center.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa kedua korban ditemukan di satu titik dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh akibat tertimpa batu besar saat erupsi terjadi. Keduanya ditemukan dalam posisi saling berpelukan dan terhimpit batu besar. Dua korban tersebut diketahui bernama Heng dan Sha, yang merupakan warga negara Singapura.
Selain dua korban tewas itu, satu pendaki lain yang juga terdampak erupsi adalah warga negara Indonesia bernama Angel. Setelah lokasi korban dipastikan, tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah dari bibir Gunung Dukono menuju posko induk di Desa Mamuya. Proses evakuasi berlangsung di tengah hujan dan medan yang dinilai berisiko tinggi karena kondisi alam serta aktivitas vulkanik gunung api tersebut.
Kantong jenazah tiba di posko induk Desa Mamuya pada pukul 17.43 WIT sebelum dibawa ke RSUD Tobelo untuk keperluan autopsi. Iwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi, karena tetap bekerja maksimal meski menghadapi cuaca buruk dan ancaman di lapangan.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing. Sebelumnya, Kantor SAR Ternate menerima informasi dari Basarnas Command Center pada 8 Mei 2026 mengenai adanya sinyal darurat atau SOS dari perangkat Garmin di kawasan Gunung Dukono.
Sudut pandang lain
Peristiwa ini kembali menegaskan risiko tinggi aktivitas pendakian di kawasan gunung api yang masih aktif, terutama saat terjadi erupsi dan cuaca buruk. Dalam kondisi seperti ini, kombinasi medan terjal, batuan yang bergerak, dan jarak pandang terbatas membuat proses penyelamatan menjadi jauh lebih sulit.
Dari sisi keselamatan publik, kejadian tersebut dapat mendorong evaluasi lebih ketat terhadap akses pendakian, sistem peringatan dini, serta prosedur tanggap darurat bagi pendaki lokal maupun wisatawan asing. Koordinasi antarinstansi menjadi krusial agar respons terhadap sinyal darurat dapat dilakukan cepat sebelum kondisi korban memburuk.
Lihat versi asli dari sumber
Ternate, VIVA – Tim SAR gabungan menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) pendaki Gunung Dukono , Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat erupsi gunung tersebut.
“Kedua korban ditemukan pada pukul 13.00 WIT di koordinat 1°42'9.90"N / 127°52'48.50"E, sekitar 13 meter arah utara dari lokasi pertama kali sinyal darurat ditangkap oleh Basarnas Command Center,” kata Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani, di Ternate, Minggu.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menjelaskan kedua korban ditemukan dalam satu titik yang sama dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh akibat tertimpa batu besar saat terjadi erupsi.
“Korban ditemukan dalam posisi saling berpelukan dan terhimpit batu besar,” ujarnya.
Dua korban meninggal tersebut diketahui bernama Heng dan Sha, keduanya warga negara Singapura . Sementara satu korban lainnya yang sebelumnya juga dilaporkan terdampak erupsi merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Angel.
Setelah ditemukan, tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi dengan membawa kantong jenazah dari bibir Gunung Dukono menuju posko induk di Desa Mamuya. Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca hujan dan medan yang berisiko tinggi.
“Kantong jenazah tiba di posko induk Desa Mamuya pada pukul 17.43 WIT, selanjutnya korban dibawa ke RSUD Tobelo untuk keperluan autopsi,” kata Iwan.
Ia mengapresiasi seluruh unsur gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi, karena tetap bekerja maksimal meski menghadapi cuaca buruk dan ancaman aktivitas vulkanik.
“Walaupun kondisi cuaca hujan dan sangat berisiko di lapangan, tim SAR gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah sehingga korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Iwan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara, Pangdam XV/Pattimura, Danrem 152/Babullah, Polres Halmahera Utara, BPBD Halmahera Utara, serta seluruh instansi dan relawan, yang memberikan dukungan penuh selama operasi berlangsung.
Sebelumnya pada 8 Mei 2026 Kantor SAR Ternate menerima informasi dari Basarnas Command Center (BCC) mengenai adanya sinyal darurat atau SOS dari perangkat Garmin pada koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E di kawasan Gunung Dukono.
Berita terkait

Tim SAR Temukan Pendaki Meninggal di Kawah Gunung Dukono
Proses pencarian sempat mengalami kendala akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi.

Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, erupsi. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung.

Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Mencapai 4.300 Meter
Gunung Dukono, Maluku Utara kembali mengalami erupsi dahsyat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG , mencatat tinggi kolom abu teramati 4.300 m di atas puncak 5.387 m di atas permukaan laut .

Tim SAR Temukan Jenazah Dua WNA Singapura di Gunung Dukono
Tim SAR gabungan temukan jenazah WNA Singapura korban erupsi Gunung Dukono. Mobil ambulans membawa jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono ke rumah sakit di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, ...

WNA India Diduga Bunuh Diri di Tahanan Imigrasi Surabaya
WNA India diduga bunuh diri di ruang detensi Imigrasi Surabaya setelah overstay 248 hari.

Pria asal Citeureup ditemukan tewas tenggelam di Situ Cikaret
Seorang pria paruh baya asal Citeureup, Iwan 42 , ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Situ Cikaret, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 10 5 2026 dini hari. Jasad korban dievakuasi personel Basarnas bersama tim SAR gabungan.