Live|
Antara NewsVersi JafmoNewsNetral10 Mei 2026 pukul 20.35

Dewan Pers tekankan peran pers jaga kualitas informasi digital

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan pers memegang peran tak tergantikan sebagai pengawal kualitas informasi di era disrupsi informasi ...

Dewan Pers tekankan peran pers jaga kualitas informasi digital

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan bahwa pers tetap memiliki peran penting dan tidak tergantikan dalam menjaga kualitas informasi di tengah disrupsi media digital. Ia menyampaikan hal itu dalam peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta, Minggu, dengan menekankan bahwa kehadiran pers dibutuhkan untuk memelihara mutu informasi yang diterima publik.

Komaruddin menggambarkan situasi disrupsi informasi dari new media seperti arung jeram yang penuh gelombang, ombak, dan bebatuan. Menurut dia, kondisi tersebut justru harus dilihat sebagai tantangan sekaligus pemacu bagi insan pers agar tetap konsisten menghadirkan informasi yang berkualitas. Ia juga meminta jurnalis tidak memandang kemunculan media baru sebagai ancaman semata, melainkan sebagai bagian dari dinamika yang harus dihadapi bersama.

Ia menilai, di era digital saat ini, semua orang dapat berkomunikasi dan mengakses informasi dengan sangat mudah tanpa batas. Karena itu, peran pers menjadi semakin krusial untuk memastikan publik memperoleh informasi yang akurat dan bermutu. Komaruddin menekankan pentingnya regulasi dan edukasi agar kebebasan tetap terjaga, sekaligus melindungi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang berkualitas.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan peringatan World Press Freedom Day 2026 menjadi pengingat bagi media untuk menjaga profesionalisme dan tanggung jawab sosial di tengah derasnya arus informasi digital. Menurut dia, kebebasan pers merupakan hak asasi, namun di era yang penuh disrupsi, media dituntut untuk membentuk diri menjadi lebih profesional.

Benny menambahkan, media arus utama masih memiliki keunggulan karena lebih dikenal publik dan mampu menjadi cerminan kondisi masyarakat. Ia menilai tantangan media bukan hanya soal kecepatan menyampaikan informasi, melainkan juga tanggung jawab sosial untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, menurut dia, media mainstream, media daring, maupun media baru memiliki tujuan yang sama, yakni memberi kontribusi bagi publik agar dapat mengambil keputusan dengan tepat. Ia juga menegaskan ANTARA memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang membantu masyarakat, baik untuk kepentingan pribadi maupun komunitas.

Sudut pandang lain

Pernyataan Dewan Pers dan ANTARA menunjukkan bahwa isu utama di era digital bukan lagi sekadar banyaknya sumber informasi, melainkan kemampuan publik membedakan informasi yang kredibel dari yang menyesatkan. Dalam situasi seperti ini, media arus utama dituntut menjaga kepercayaan melalui verifikasi, akurasi, dan kecepatan yang tetap bertanggung jawab.

Di sisi lain, kemunculan media baru dan platform digital juga memaksa industri pers beradaptasi agar tidak tertinggal. Tantangannya adalah menyeimbangkan inovasi teknologi dengan etika jurnalistik, karena kualitas informasi pada akhirnya menentukan kuat atau lemahnya peran pers dalam ruang publik.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan pers memegang peran tak tergantikan sebagai pengawal kualitas informasi di era disrupsi informasi digital.

"Pers itu perannya enggak akan tergusur. Sepanjang zaman, (pers) itu diperlukan karena dia menjaga gawang, memelihara kualitas informasi," kata Komarudin dalam peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta, Minggu.

Dia mengibaratkan disrupsi informasi dari new media seperti bermain arung jeram di sungai dengan gelombang ombak dan dihadang bebatuan.

Dalam pandangan Komarudin, disrupsi informasi harus menjadi tantangan dan pemacu bagi insan pers untuk konsisten menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada publik.

"Saya berharap bahwa kawan-kawan pers melihat kemunculan new media yang kadang-kadang membuat gaduh. Anggap saja itu interval dan anggap saja itu satu agenda yang menjadi tantangan kita bersama. Bagi saya, malah mengasyikkan. Kalau kita main tenis, misalnya, musuhnya tidak seimbang, nggak mengasyikkan mainnya; tetapi kalau ada tantangan, itu adrenalin terpacu," tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan di era digital saat ini semua orang bisa berkomunikasi dan mengakses informasi dengan mudah dan tanpa batas. Komaruddin menilai di momen seperti ini, peran pers menjadi krusial dalam memastikan publik mendapatkan informasi berkualitas.

"Mari kita regulasi, kita edukasi agar kebebasan itu terjaga, tetapi juga tetap melindungi kebebasan masyarakat untuk mendapat informasi yang berkualitas," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menilai peringatan World Press Freedom Day 2026 menjadi pengingat bagi media untuk menjaga profesionalisme dan tanggung jawab sosial di tengah disrupsi informasi digital.

"Bagi saya, kebebasan pers adalah hak asasi. Masalahnya sekarang, di tengah era informasi yang begitu terdisrupsi, pers perlu membentuk dirinya menjadi lebih profesional," kata Benny di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan media arus utama masih memiliki keunggulan daya saing karena lebih dikenal publik dan mampu menjadi cerminan kondisi masyarakat.

Menurut Benny, tantangan media saat ini bukan hanya menjaga kecepatan informasi, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Media mainstream , online media, maupun media baru memiliki kesamaan, yaitu memberikan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.

Benny menegaskan ANTARA memiliki peran penting untuk menghadirkan informasi yang membantu masyarakat dalam mengambil keputusan secara tepat, baik untuk diri sendiri maupun komunitas.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat Editor: Fransiska Ninditya Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Dirangkum dari Antara News · oleh https://www.facebook.com/antaranewsdotcom

Berita terkait