Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNetral10 Mei 2026 pukul 20.46

Andre Rosiade Tinjau Pembangunan Jalan Malalak di Sumbar

Waka Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau pembangunan jalan di Malalak pascabencana banjir. Ia pastikan pemulihan infrastruktur berjalan sesuai rencana.

Andre Rosiade Tinjau Pembangunan Jalan Malalak di Sumbar

Anggota DPR RI Andre Rosiade meninjau penanganan pembangunan jalan Malalak di Sumatera Barat pada Minggu (10/5/2026) bersama Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi. Kegiatan itu juga dihadiri Anggota DPRD Agam Novi Irwan, Camat Malalak Ulya Satar, para wali nagari, niniak mamak, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam peninjauan tersebut, Andre menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen menyelesaikan penanganan jalan Malalak secara bertahap dengan dukungan dana APBN. Ia meminta warga tidak terpengaruh isu bahwa anggaran pembangunan di kawasan terdampak bencana itu berkurang. Menurutnya, jalan tersebut memang merupakan kewenangan pemerintah provinsi, tetapi pemerintah pusat turun membantu karena keterbatasan anggaran daerah.

Andre menyebut total anggaran yang disiapkan pemerintah pusat untuk penanganan jalan Malalak mencapai sekitar Rp670 miliar. Pekerjaan dilakukan bertahap, dimulai dari penanganan darurat hingga pembangunan permanen. Ia menyampaikan tahap pertama ditargetkan selesai pada Agustus, lalu dilanjutkan tahap kedua melalui proses tender, termasuk pembangunan jembatan di kilometer 82. Ia menekankan bahwa pembangunan Sumatera Barat perlu dijalankan secara bersama-sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain.

Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan, penanganan awal dilakukan melalui mekanisme tanggap darurat sesuai instruksi Menteri Pekerjaan Umum. Karena status keadaan darurat dari pemerintah provinsi masih berlaku hingga September 2026, pekerjaan dibagi dalam beberapa tahap agar sesuai aturan pengadaan. Menurut Elsa, pekerjaan yang dapat diselesaikan sebelum September dikerjakan melalui kontrak yang sedang berjalan oleh PT HKI, sedangkan tahap lanjutan akan kembali ditenderkan. Ia menegaskan anggaran tidak hilang, melainkan disesuaikan dengan mekanisme pelaksanaan darurat.

Elsa juga memastikan titik-titik jalan yang sempat terputus kini sudah tersambung kembali, meski penggunaannya masih dibatasi demi keselamatan. BPJN tetap menyiagakan alat berat di lokasi untuk mengantisipasi cuaca buruk dan potensi longsor susulan. Jalur Malalak saat ini diprioritaskan untuk warga sekitar, sementara kendaraan dari luar daerah diminta menggunakan jalur alternatif karena kondisi jalan belum sepenuhnya aman. Tokoh masyarakat Malalak, Erdinal, dan Wakil Bupati Agam M Iqbal menyampaikan apresiasi atas perhatian Andre terhadap infrastruktur, penanganan pascabencana, serta pembangunan BTS di daerah blank spot, sekaligus berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut hingga pembangunan tuntas.

Sudut pandang lain

Penanganan jalan Malalak menunjukkan pola kerja pemulihan infrastruktur di daerah rawan bencana yang kerap memerlukan kombinasi dana pusat, dukungan daerah, dan pelaksanaan bertahap. Kondisi seperti ini biasanya membuat kecepatan proyek sangat bergantung pada status darurat, kesiapan kontrak, serta cuaca di lapangan.

Dari sisi masyarakat, pembukaan akses yang masih terbatas memberi manfaat awal bagi mobilitas warga setempat, tetapi juga menandakan bahwa keamanan jalan tetap menjadi prioritas. Jika pembangunan permanen berjalan sesuai tahapan, jalur ini berpotensi kembali menjadi penghubung penting bagi aktivitas ekonomi dan sosial di Agam dan sekitarnya.

Lihat versi asli dari sumber

Peninjauan itu dilakukan pada Minggu (10/5/2026). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Agam Novi Irwan, Camat Malalak Ulya Satar, para wali nagari, niniak mamak dan tokoh masyarakat setempat.

Di lokasi peninjauan, Andre menegaskan pemerintah pusat berkomitmen menyelesaikan penanganan jalan Malalak secara bertahap menggunakan dana APBN. Ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap isu berkurangnya anggaran pembangunan di kawasan terdampak bencana tersebut.

"Pemerintah Presiden Prabowo melalui Kementerian PU berkomitmen menyelesaikan jalan ini. Memang ini jalan provinsi yang menjadi kewenangan gubernur, tetapi karena keterbatasan anggaran daerah, pemerintah pusat membantu penyelesaiannya menggunakan APBN," kata Andre.

Andre menyebut total anggaran yang disiapkan pemerintah pusat untuk penanganan jalan Malalak mencapai sekitar Rp670 miliar. Pengerjaan dilakukan bertahap, dimulai dengan penanganan darurat hingga pembangunan permanen.

"Insyaallah tahap pertama selesai Agustus nanti. Setelah itu masuk tahap kedua melalui proses tender, termasuk pembangunan jembatan di kilometer 82. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, pembangunan tetap berjalan," ujarnya.

Menurut Andre, pembangunan Sumatera Barat harus dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

"Membangun Sumatera Barat ini harus bersama-sama. Kalau bersama, insyaallah pembangunan akan terwujud. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri," katanya.

Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan penanganan awal jalan Malalak dilakukan menggunakan mekanisme tanggap darurat sesuai instruksi Menteri Pekerjaan Umum. Karena status keadaan darurat dari pemerintah provinsi berlaku hingga September 2026, maka pekerjaan dibagi dalam beberapa tahapan agar tetap sesuai aturan pengadaan.

"Pekerjaan yang bisa diselesaikan sebelum September dilakukan melalui kontrak yang sedang berjalan oleh PT HKI. Sedangkan pekerjaan lanjutan nantinya akan ditenderkan kembali. Jadi bukan anggarannya hilang, tetapi proses pelaksanaannya yang dibagi karena menyesuaikan mekanisme keadaan darurat," ujar Elsa.

Elsa memastikan titik-titik jalan yang sebelumnya terputus kini sudah kembali tersambung meski penggunaannya masih terbatas demi keselamatan masyarakat. BPJN juga tetap menyiagakan alat berat di lokasi untuk mengantisipasi cuaca buruk dan potensi longsor susulan.

"Alat masih tetap standby di lokasi sampai penanganan permanen selesai. Nanti jalan juga akan dirapikan dan diberi sirtu supaya tidak terlalu licin saat hujan," katanya.

Elsa menambahkan, jalur Malalak saat ini masih diprioritaskan untuk warga setempat. Sementara kendaraan dari luar daerah diimbau menggunakan jalur alternatif karena kondisi jalan belum sepenuhnya aman.

"Kalau untuk warga sekitar masih bisa lewat. Tapi kalau hujan sebaiknya jangan dulu karena masih berbahaya. Untuk kendaraan luar daerah, sementara disarankan lewat jalur alternatif," ujarnya.

Tokoh masyarakat Malalak sekaligus anggota DPRD Agam Erdinal menyampaikan apresiasi atas perhatian Andre terhadap pembangunan di Malalak, termasuk penanganan jalan dan pembangunan BTS di daerah blank spot.

"Kami berharap anggaran yang sudah dialokasikan untuk Malalak tetap dilanjutkan dan pembangunan jalan bisa segera dituntaskan karena kondisi wilayah kami sangat rawan," katanya.

Wakil Bupati Agam M Iqbal juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Andre Rosiade terhadap Kabupaten Agam, terutama dalam penanganan pascabencana di Kecamatan Malalak.

"Pak Andre banyak membantu Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Agam. Mulai dari infrastruktur, bantuan pascabencana hingga pembangunan BTS di daerah blank spot seperti Malalak ini. Kami berharap perhatian ini terus berlanjut karena Agam masih membutuhkan banyak dukungan dari pemerintah pusat," kata M Iqbal. (fca/imk)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait