Live|
VIVAVersi JafmoNewsPositif16 Mei 2026 pukul 20.55

Hotel Pintar Berbasis AI Mulai Masuk Pasar Indonesia

Tidak hanya membawa jaringan hotel baru, perusahaan teknologi perhotelan juga mulai memperkenalkan konsep hotel pintar berbasis AI dan layanan digital otomatis.

Hotel Pintar Berbasis AI Mulai Masuk Pasar Indonesia

Pertumbuhan pariwisata Indonesia dalam dua tahun terakhir mendorong masuknya pelaku industri perhotelan berbasis teknologi ke pasar domestik. Salah satu yang terbaru adalah Elong Hotel Technology dari Tiongkok, yang resmi memperluas ekspansinya ke Indonesia melalui acara “Go Indonesia, Win Together” di Jakarta pada 13 Mei 2026.

Perusahaan itu menilai Indonesia sebagai pasar strategis karena industri hotel dan pariwisata terus berkembang. Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 1,41 juta pada Desember 2025, naik 14,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, tingkat okupansi hotel berbintang nasional tercatat 56,12 persen, sementara jumlah hotel dan akomodasi di Indonesia mencapai 34.702 unit sepanjang 2025, atau naik 11 persen dari tahun sebelumnya.

Selain menawarkan jaringan hotel, Elong Hotel Technology membawa konsep hotel pintar yang mengandalkan teknologi digital. Layanan yang diperkenalkan mencakup robot layanan hotel, sistem operasional berbasis kecerdasan buatan, serta teknologi konstruksi modular prefabrikasi yang diklaim dapat mempercepat pembangunan hotel. CEO Elong Hotel Technology, Xi Dandan, mengatakan ekspansi ini merupakan bagian dari strategi “Eco-Going Global” untuk memperluas ekosistem perusahaan secara internasional.

Strategi tersebut mencakup sistem operasional hotel terintegrasi, mulai dari standar merek, perangkat digital, hingga konektivitas finansial. Menurut perusahaan, pendekatan ini dirancang agar operator hotel dapat mengelola layanan dengan lebih efisien dan serba otomatis, sejalan dengan perubahan perilaku wisatawan modern yang menginginkan pengalaman digital, cepat, dan minim kontak langsung.

Di Indonesia, kawasan Pantai Indah Kapuk atau PIK di Jakarta disebut menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan bisnis hotel yang cepat karena berkembang sebagai pusat gaya hidup dan kuliner. Elong Hotel di Jakarta PIK bahkan dilaporkan mencatat tingkat okupansi hingga 93 persen sepanjang 2025. Ke depan, Jakarta diproyeksikan menjadi pusat ekspansi regional perusahaan tersebut di Asia Tenggara, seiring meningkatnya kebutuhan akomodasi modern di Indonesia.

Sudut pandang lain

Masuknya hotel pintar berbasis AI menunjukkan bahwa pertumbuhan pariwisata Indonesia tidak hanya menarik investor di sektor properti, tetapi juga penyedia teknologi layanan. Jika tren ini berlanjut, persaingan antarpelaku hotel berpotensi bergeser dari sekadar lokasi dan harga menjadi kualitas pengalaman digital, efisiensi operasional, dan otomasi layanan.

Dari sisi industri, adopsi teknologi seperti robot layanan dan sistem AI dapat membantu hotel menekan biaya operasional serta mempercepat proses pembangunan. Namun, penerapannya juga menuntut kesiapan tenaga kerja, infrastruktur digital, dan adaptasi konsumen agar inovasi tersebut benar-benar memberi nilai tambah di pasar domestik.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta, VIVA – Pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia dalam dua tahun terakhir mulai menarik perhatian banyak pelaku industri global, termasuk perusahaan teknologi perhotelan. Tidak hanya membawa jaringan hotel baru, mereka juga mulai memperkenalkan konsep hotel pintar berbasis AI dan layanan digital otomatis.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 1,41 juta pada Desember 2025 atau naik 14,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara tingkat okupansi hotel berbintang nasional tercatat sebesar 56,12 persen. Scroll untuk info selengkapnya, yuk!

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah pertumbuhan tersebut, perusahaan teknologi perhotelan asal Tiongkok, Elong Hotel Technology, resmi memperluas ekspansinya ke Indonesia melalui acara “Go Indonesia, Win Together” yang digelar di Jakarta pada 13 Mei 2026.

Indonesia dinilai menjadi pasar strategis karena pertumbuhan industri hotel dan pariwisatanya terus meningkat. Data BPS menunjukkan jumlah hotel dan akomodasi nasional mencapai 34.702 unit sepanjang 2025, meningkat 11 persen dibanding tahun sebelumnya.

Tak hanya menghadirkan jaringan hotel, Elong juga membawa berbagai teknologi yang mulai banyak digunakan di industri hospitality global, mulai dari robot layanan hotel, sistem operasional berbasis AI, hingga teknologi konstruksi modular prefabrikasi yang diklaim dapat mempercepat pembangunan hotel.

“Setelah berkembang pesat di pasar luar negeri, kami ingin memperluas jangkauan ekosistem Elong Hotel Technology secara global,” ujar CEO Elong Hotel Technology, Xi Dandan, dalam keterangannya, dikutip Sabtu 16 Mei 2026.

Menurutnya, perusahaan mengusung strategi “Eco-Going Global” dengan menawarkan sistem operasional hotel terintegrasi, mulai dari standar merek, perangkat digital, hingga konektivitas finansial.

Fenomena hotel pintar sendiri mulai berkembang seiring perubahan gaya traveling wisatawan modern yang kini lebih mengutamakan efisiensi, pengalaman digital, dan layanan cepat tanpa banyak kontak langsung.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Indonesia, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, disebut menjadi salah satu area dengan pertumbuhan bisnis hotel yang cukup pesat karena berkembang sebagai pusat gaya hidup dan destinasi kuliner baru. Elong Hotel (Jakarta PIK) bahkan disebut mencatat tingkat okupansi hingga 93 persen sepanjang 2025.

Ke depan, Jakarta disebut akan menjadi salah satu pusat ekspansi regional perusahaan tersebut di Asia Tenggara, seiring meningkatnya potensi wisata dan kebutuhan akomodasi modern di Indonesia.

Dirangkum dari VIVA · oleh Sumiyati

Berita terkait