Live|
VIVAVersi JafmoNewsPositif16 Mei 2026 pukul 17.06

Lima fitur privasi yang menjadi keunggulan Apple

Apple telah menjadikan privasi pengguna sebagai prioritas utama untuk seluruh produknya selama bertahun-tahun. Dan, ini bukan pesan marketing (pemasaran).

Lima fitur privasi yang menjadi keunggulan Apple

Apple selama bertahun-tahun menempatkan privasi pengguna sebagai salah satu prioritas utama dalam pengembangan perangkat keras dan perangkat lunaknya. Pendekatan ini tidak hanya berhenti pada pesan pemasaran, melainkan diwujudkan lewat berbagai fitur keamanan yang dirancang untuk membatasi akses data dan meminimalkan pelacakan pengguna.

Salah satu fondasi utamanya adalah enkripsi ujung-ke-ujung yang diterapkan di banyak layanan dan perangkat Apple. iPhone akan langsung terenkripsi setelah pengguna menetapkan kode sandi, sementara autentikasi dapat dilakukan lebih cepat melalui Face ID. Data biometrik seperti Face ID dan sebelumnya Touch ID juga disimpan secara terenkripsi di Secure Enclave yang berada di dalam chip Apple seri A.

Perlindungan serupa tersedia di ekosistem perangkat Apple lainnya, termasuk iPad, Mac, dan Apple Watch. Pada MacBook, Touch ID juga mendukung skema keamanan yang sejalan. Di perangkat komputasi spasial Vision Pro, Apple menambahkan Optic ID, pemindai iris yang dirancang untuk memberikan perlindungan setara dengan Face ID dan Touch ID.

Enkripsi ujung-ke-ujung juga melindungi sejumlah aplikasi penting, seperti iMessage, FaceTime, Kesehatan, Rumah, Temukan Perangkat Saya, dan Keychain. iMessage menjadi sorotan karena sejak lama hadir sebagai aplikasi pesan bawaan dengan perlindungan E2EE. Sementara itu, aplikasi pihak ketiga seperti WhatsApp dan Signal juga menawarkan enkripsi serupa, namun Android dinilai membutuhkan waktu lebih lama untuk menghadirkan perlindungan setara pada aplikasi perpesanan utamanya.

Di luar enkripsi, Apple juga menyediakan fitur untuk mengurangi pelacakan pengguna di Safari serta membatasi pengumpulan data lokasi. Perusahaan ini bahkan mengembangkan pendekatan komputasi berbasis cloud pribadi untuk layanan kecerdasan buatan, sehingga pemrosesan data dapat dilakukan dengan kontrol privasi yang lebih ketat. Di sisi perangkat, Apple menambahkan alat perlindungan yang kuat untuk menghadapi malware dan serangan mata-mata yang berpotensi mengancam keamanan pengguna.

Sudut pandang lain

Keunggulan privasi seperti ini memperkuat posisi Apple di segmen pengguna yang menempatkan keamanan data sebagai pertimbangan utama saat membeli perangkat. Dalam pasar teknologi yang semakin bergantung pada layanan berbasis data, strategi privasi dapat menjadi pembeda penting sekaligus nilai jual yang konsisten.

Namun, model privasi yang ketat juga menuntut keseimbangan antara kenyamanan, integrasi layanan, dan keterbukaan ekosistem. Bagi industri secara umum, langkah Apple dapat mendorong standar keamanan yang lebih tinggi, terutama pada perlindungan data biometrik, komunikasi pribadi, dan pengelolaan data lokasi.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta, VIVA - Apple telah menjadikan privasi pengguna sebagai prioritas utama untuk seluruh produknya selama bertahun-tahun, baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Ini bukan sekadar pesan pemasaran (marketing).

Banyak perangkat dan beberapa aplikasi Apple sudah dienkripsi ujung-ke-ujung (encryption end-to-end). Apple juga menawarkan cara untuk mengurangi pelacakan pengguna online melalui aplikasi dan layanan di iPhone dan iPad serta di peramban Safari.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) ini telah membangun alat yang mengurangi pengumpulan data lokasi selama bertahun-tahun, dan telah mengembangkan metode untuk menawarkan layanan kecerdasan buatan (AI) berbasis cloud pribadi.

Terakhir, Apple memiliki 'alat yang kuat' di tingkat perangkat yang mampu memberi perlindungan terhadap malware dan serangan mata-mata (hacker), sehingga meningkatkan privasi pengguna. Berikut 5 fitur privasi yang hanya dimiliki Apple, seperti dikutip dari situs BGR , Sabtu, 16 Mei 2026:

Semuanya dienkripsi, bahkan cadangan iCloud

Apple menggunakan enkripsi ujung-ke-ujung (encryption end-to-end/E2EE) di berbagai tingkatan di seluruh produknya. iPhone dienkripsi segera setelah pengguna mengatur kode sandi layar kunci, dengan Face ID menawarkan otentikasi yang lebih cepat.

Data Face ID (dan Touch ID sebelumnya) juga dienkripsi di dalam Secure Enclave di dalam chip Apple seri A khusus. Konsumen yang memiliki beberapa perangkat Apple dapat menikmati enkripsi yang sama di iPad, Mac, dan Apple Watch mereka, termasuk Touch ID di MacBook.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komputer spasial Vision Pro juga dilengkapi dengan pemindai iris yang disebut Optic ID yang menawarkan keamanan serupa dengan Face ID dan Touch ID. E2EE juga melindungi aplikasi-aplikasi penting di iPhone dan perangkat lain, termasuk obrolan iMessage, panggilan suara dan video FaceTime, serta aplikasi Kesehatan, Rumah, Temukan Perangkat Saya, dan Keychain.

Aplikasi iMessage menjadi sorotan khusus di sini, karena aplikasi perpesanan iPhone bawaan selalu menawarkan E2EE. Aplikasi pihak ketiga seperti WhatsApp dan Signal menawarkan enkripsi serupa, tetapi Google membutuhkan waktu lebih lama untuk menghadirkan enkripsi ujung-ke-ujung ke aplikasi perpesanan Android utama.

Dirangkum dari VIVA · oleh Lazuardhi Utama

Berita terkait