Prabowo: Negara Lain Ingin Beli Beras RI, Namun Minta Diskon
Presiden Prabowo mengungkapkan banyak negara meminta diskon saat membeli beras dari Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto menyebut sejumlah negara mulai berminat membeli beras dari Indonesia, tetapi ada di antaranya yang meminta harga lebih murah atau diskon. Pernyataan itu disampaikan saat ia meresmikan operasionalisasi 1.601 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5).
Prabowo menjelaskan, Indonesia saat ini relatif lebih aman dalam urusan pangan dibanding banyak negara lain yang tengah menghadapi krisis. Menurut dia, kondisi tersebut membuat Indonesia dipandang sebagai salah satu pemasok beras yang potensial di tengah pembatasan ekspor pangan di sejumlah negara, termasuk India yang disebut telah menutup ekspor beras, jagung, dan gandum, kemudian disusul Bangladesh.
Ia mengatakan pemerintah pada prinsipnya bersedia membantu negara lain yang membutuhkan, termasuk dengan menjual beras Indonesia. Namun, Prabowo menegaskan harga ekspor tidak boleh terlalu rendah karena bisa merugikan petani dalam negeri. Karena itu, ia mengingatkan Menteri Pertanian Amran dan jajaran Bulog agar tidak melepas beras dengan harga yang terlalu murah.
Dalam penjelasannya, Prabowo juga menyinggung adanya pihak yang ingin membeli beras dari Indonesia sambil meminta potongan harga besar. Ia menilai permintaan semacam itu mencerminkan situasi krisis pangan global yang sedang terjadi. Meski demikian, ia menegaskan prioritas utama pemerintah tetap menjaga kebutuhan rakyat Indonesia terlebih dahulu, sembari memastikan petani tidak menjadi pihak yang dikorbankan dalam transaksi ekspor.
Sudut pandang lain
Pernyataan Prabowo menunjukkan posisi Indonesia yang mulai dipandang lebih kuat di tengah ketidakpastian pasokan pangan global. Jika pasokan domestik terjaga, peluang ekspor beras dapat menjadi instrumen diplomasi sekaligus sumber pendapatan, tetapi tetap harus diimbangi pengendalian harga di dalam negeri.
Di sisi lain, permintaan diskon dari negara pembeli menggambarkan tekanan harga pangan internasional yang tinggi. Pemerintah perlu menyeimbangkan kepentingan perdagangan luar negeri dengan perlindungan petani dan stabilitas harga beras domestik agar ekspor tidak mengganggu ketahanan pangan nasional.
Lihat versi asli dari sumber
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ada beberapa negara yang meminta diskon atau potongan harga saat membeli beras dari Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.601 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Prabowo menyebut Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki pasokan pangan memadai, di saat negara lain justru mengalami krisis pangan. Alhasil, kata dia, mulai banyak negara yang berniat untuk membeli beras dari Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah lebih dulu aman soal pangan krisis apapun di luar negara kita kita relatif lebih aman, lebih siap menghadapi cobaan. Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita, tetangga-tetangga kita, mereka-mereka yang lebih hebat dari kita, yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita tapi sekarang harus datang ke Indonesia minta boleh enggak kita beli," tutur Prabowo.
Terlebih, lanjut Prabowo, India sudah mengumumkan menutup ekspor beras, jagung hingga gandum dan disusul dengan Bangladesh. Alhasil, banyak negara yang kemudian berniat untuk membeli beras dari Indonesia.
"Akhirnya ada juga negara-negara yang akhirnya datang juga ke kita dan saya bilang beri, kalau mereka butuh kita harus bantu, kita jual kepada mereka," ucap dia.
Namun, Prabowo mengingatkan harga ekspor beras ini tidak boleh terlalu murah dan justru merugikan petani. Prabowo pun lantas menyinggung soal ada negara yang meminta diskon atau potongan harga untuk mengekspor beras dari Indonesia.
"Tapi harganya ya yang oke lah, jangan petani kita korban, iya kan, harga harus minimal untung dikit lah, pak Amran (Menteri Pertanian) ya, Dirut Bulog, jangan jual terlalu murah, jangan ngetok , tapi jangan jual terlalu murah, ingat krisis bisa lama, yang utama kita amankan rakyat kita dulu," ucap Prabowo.
"Jadi ada juga mau beli beras abis itu minta korting, korting banyak banget kortingnya, ini yang krisis dunia ini," sambungnya.
Berita terkait
/data/photo/2026/05/16/6a08326271032.jpeg)
Prabowo Pastikan Program MBG Diteruskan Tanpa Penyelewengan
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap diteruskan dengan catatan tidak boleh ada penyelewengan.

Kapolri Laporkan Panen Jagung dan Pembangunan Ribuan SPPG
Kapolri Sigit Prabowo melaporkan keberhasilan Polri dalam panen jagung dan pembangunan SPPG untuk mendukung swasembada pangan dan kesehatan masyarakat.

Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung Serentak di Tuban
Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya jagung serentak di Tuban, Jatim. Acara ini mendukung peningkatan produksi pangan nasional dan ekspor jagung.

Prabowo Apresiasi Polri atas Dukungan Ketahanan Pangan
Prabowo Subianto memuji kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada saat memimpin panen jagung raya di Nganjuk, Jatim.

Prabowo minta Bulog prioritaskan stok pangan nasional
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kepada Perum Bulog untuk mengamankan stok pangan di dalam negeri sebelum diekspor ke negara-negara lain mengingat belum ...
Cadangan Beras Pemerintah Capai 5,28 Juta Ton pada Mei 2026
Cadangan beras pemerintah mencapai 5,28 juta ton pada Mei 2026. BI menyebut angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Baca di sini