Cadangan Beras Pemerintah Capai 5,28 Juta Ton pada Mei 2026
Cadangan beras pemerintah mencapai 5,28 juta ton pada Mei 2026. BI menyebut angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Baca di sini
Pemerintah mencatat cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,28 juta ton pada Mei 2026, dan jumlah itu disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah. Data tersebut disampaikan Deputi Gubernur Aida S. Budiman dalam peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Jawa di Gudang Bulog Sidoarjo, Jawa Timur, pada Rabu, 13 Mei 2026.
Aida menjelaskan, tingginya stok beras menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan sekaligus menekan inflasi nasional. Menurut dia, komponen pangan bergejolak atau volatile food masih menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan inflasi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menilai beban pengeluaran kelompok tersebut bisa sangat besar karena sebagian besar pendapatan terserap untuk kebutuhan harian.
Dalam acara yang sama, Bank Indonesia bersama pemerintah pusat dan daerah turut meluncurkan GPIPS sebagai penguatan dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Program ini difokuskan pada penguatan pasokan pangan dan distribusi antardaerah agar tidak terjadi kesenjangan harga maupun pasokan antarwaktu dan antarwilayah. Aida menekankan bahwa pengendalian inflasi pangan perlu diperkuat melalui ketersediaan barang yang memadai.
Pemilihan Jawa Timur sebagai lokasi peluncuran juga memiliki alasan strategis. Provinsi itu dinilai berperan besar dalam ketahanan pangan nasional karena menjadi produsen utama berbagai komoditas seperti padi, jagung, cabai, tebu, dan susu. Selain itu, sekitar 80 persen distribusi pangan ke 19 provinsi di kawasan timur Indonesia ditopang dari wilayah tersebut, sementara kapasitas gudang Bulog di Jawa Timur mencapai sekitar 22,81 persen dari total kapasitas nasional.
Meski cadangan beras nasional meningkat tajam, Aida menilai tantangan ketahanan pangan tetap perlu diantisipasi. Perubahan iklim dan sifat sejumlah komoditas yang musiman membuat stabilitas pasokan tetap rentan. Karena itu, BI menyatakan akan terus mendukung pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Sudut pandang lain
Rekor cadangan beras pemerintah memberi sinyal positif bagi ketahanan pangan dan ruang kebijakan untuk menahan gejolak harga di pasar. Namun, tingginya stok tidak otomatis menutup risiko distribusi, karena pasokan tetap harus lancar ke daerah dengan kebutuhan besar dan akses terbatas.
Dari sisi ekonomi, fokus pemerintah dan Bank Indonesia pada pengendalian inflasi pangan menunjukkan bahwa masalah utama bukan hanya produksi, melainkan juga pemerataan pasokan antardaerah. Jika rantai distribusi dan dampak perubahan iklim tidak dikelola, tekanan harga pangan masih bisa muncul meski stok nasional sedang tinggi.
Lihat versi asli dari sumber
Surabaya, VIVA – Pemerintah mencatat cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,28 juta ton pada Mei 2026. Jumlah tersebut disebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Aida S Budiman dalam peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Jawa di Gudang Bulog Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu, 13 Mei 2026.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia mengatakan, tingginya stok beras tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan dan pengendalian inflasi nasional. “Bahkan cadangan beras pemerintah ini tertinggi sepanjang sejarah. Di bulan Mei ini 5,28 juta ton,” kata Aida di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu.
Ia menjelaskan, komponen pangan bergejolak atau volatile food masih menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan inflasi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“(Secara inflasi) bagi masyarakat yang penghasilannya rendah, ini bobot dari penghasilannya bisa 60-80 persen,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, BI bersama pemerintah pusat dan daerah juga meluncurkan GPIPS sebagai penguatan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Program itu difokuskan pada penguatan pasokan pangan dan distribusi antardaerah.
“Kami lihat pengendalian inflasi pangan ini harus kita lebih perkuat lagi dengan adanya pasokan. Karena pasokan ini penting untuk memastikan nanti yang namanya kesenjangan antarwaktu dan antardaerah,” ujarnya.
Peluncuran GPIPS dilakukan di Jawa Timur karena wilayah tersebut dinilai memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional. Jawa Timur disebut menjadi produsen utama sejumlah komoditas pangan seperti padi, jagung, cabai, tebu, dan susu.
Selain itu, sekitar 80 persen distribusi pangan ke 19 provinsi di kawasan timur Indonesia juga ditopang dari Jawa Timur. Kapasitas gudang Bulog di wilayah tersebut tercatat mencapai sekitar 22,81 persen dari total kapasitas nasional.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski stok beras nasional meningkat, Aida menilai tantangan ketahanan pangan masih perlu diantisipasi, terutama terkait perubahan iklim dan karakter komoditas pangan yang bersifat musiman.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendukung pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi melalui sinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah.
Berita terkait

Prabowo Resmikan Gudang Ketahanan Pangan dan SPPG Polri di Tuban
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 10 gudang ketahanan pangan, 116 SPPG, dan panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur.

Prabowo Resmikan Gudang Pangan dan SPPG Polri di Jatim
Presiden Prabowo meresmikan 10 gudang ketahanan pangan Polri dan 166 SPPG di Tuban. Ia apresiasi upaya Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Kapolri Laporkan Panen Jagung dan Pembangunan Ribuan SPPG
Kapolri Sigit Prabowo melaporkan keberhasilan Polri dalam panen jagung dan pembangunan SPPG untuk mendukung swasembada pangan dan kesehatan masyarakat.
Prabowo Resmikan Operasional 1.061 Kopdes Merah Putih
Prabowo menilai langkah tersebut menjadi pencapaian penting karena untuk pertama kalinya pemerintah mampu meresmikan ribuan koperasi yang telah siap beroperasi.

Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung Serentak di Tuban
Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya jagung serentak di Tuban, Jatim. Acara ini mendukung peningkatan produksi pangan nasional dan ekspor jagung.

Prabowo: Negara Lain Ingin Beli Beras RI, Namun Minta Diskon
Presiden Prabowo mengungkapkan banyak negara meminta diskon saat membeli beras dari Indonesia.