Live|
Detik.comVersi JafmoNewsPositif14 Mei 2026 pukul 23.11

Sekjen Kemenimipas Apresiasi Ketahanan Pangan Lapas Garut

Sekjen Kemenimipas Asep kunjungi Lapas Garut untuk evaluasi program ketahanan pangan. Ia puji produksi telur dan dedikasi Kalapas dalam pembinaan warga binaan.

Sekjen Kemenimipas Apresiasi Ketahanan Pangan Lapas Garut

Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia, melakukan kunjungan kerja ke Lapas Garut dan menilai program ketahanan pangan di sana berjalan sangat baik. Dalam kunjungan tersebut, ia menyebut berbagai produk ketahanan pangan di lapas itu sudah maksimal, tertata, dan memberi hasil yang positif bagi pembinaan warga binaan.

Salah satu hal yang paling disorot Asep adalah peternakan ayam petelur. Ia menjelaskan, pakan ayam yang digunakan tidak dibeli dari luar, melainkan dibuat sendiri oleh warga binaan yang memang memiliki keahlian di bidang tersebut. Menurutnya, pola ini menunjukkan bahwa program berjalan efektif sekaligus memberi ruang kerja bagi warga binaan untuk terlibat langsung dalam kegiatan produktif.

Asep juga menilai hasil produksi telur di Lapas Garut cukup baik. Saat meninjau kandang, ia mengaku melihat langsung kualitas telur yang dihasilkan dan menyebut ukurannya proporsional serta layak dikonsumsi. Ia menambahkan bahwa keterlibatan warga binaan dalam kegiatan semacam ini memungkinkan mereka memperoleh premi atau penghasilan dari hasil kerja yang dilakukan di lapas.

Selain menyoroti aspek produksi, Asep memuji perhatian Kepala Lapas Garut terhadap jalannya program pembinaan. Ia menyebut Kalapas Garut sangat berdedikasi dan layak dijadikan contoh bagi jajaran pemasyarakatan lain. Karena itu, ia mendorong agar sejumlah kepala lapas lain belajar ke Garut untuk melihat langsung pengelolaan ketahanan pangan dan manajemen pembinaannya.

Menurut Asep, program tersebut tidak hanya mendukung ketertiban dan keamanan di dalam lapas, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bisa digunakan setelah mereka bebas. Dengan begitu, warga binaan diharapkan memiliki kemampuan kerja dan bekal penghasilan saat kembali ke masyarakat.

Sudut pandang lain

Kunjungan ini menunjukkan bahwa program pembinaan di lapas kini tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pada penguatan keterampilan dan kemandirian ekonomi warga binaan. Jika dikelola konsisten, model seperti ini dapat membantu menekan ketergantungan pada pasokan luar sekaligus memperluas manfaat sosial dari lembaga pemasyarakatan.

Dari sisi kelembagaan, apresiasi pejabat pusat terhadap Lapas Garut dapat menjadi sinyal bahwa praktik serupa berpotensi direplikasi di lapas lain. Tantangannya adalah menjaga kualitas program, ketersediaan sumber daya, serta memastikan hasil pembinaan benar-benar memberi bekal nyata bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Lihat versi asli dari sumber

Dalam kunjungan kerja tersebut Sekjen Asep Kurnia menyampaikan bahwa produk-produk ketahanan pangan yang ada di lapas Garut ini sudah maksimal, bagus, dan berjalan dengan baik.

"Ada yang menonjol ketahanan pangan di lapas Garut ini yaitu peternakan ayam petelur, dimana pakan ayamnya semua tidak beli dari luar tapi hasil buatan warga binaan lapas Garut sendiri," ucapnya dalam keterangan yang diterima, Rabu (14/5/2026).

"Tentu dalam memproduksi pakan ayam sendiri dari warga binaan yang sudah ahli, dan hasilnya pun begitu luar biasa di sini bisa di lihat dalam mempekerjakan warga binaan dia nanti juga akan mendapatkan premi dari kegiatan itu," tambah Asep.

Lebih lanjut Asep mengaku penasaran dengan kondisi telur yang dihasilkan oleh para warga binaan. "Pas saya terjun ke kandang dan ambil telur Alhamdulillah terlihat ada satu telur isinya kuningnya ada dua, Jadi saya pecahkan dua, dapat tiga kuningnya sangat pres lagi, tidak terlalu besar telurnya, tidak juga terlalu kecil, Enak lagi saat dikonsumsi," imbuh dia.

Kemudian, ia juga memuji ketahanan pangan di lapas Garut. Menurutnya, Kalapas Garut sangat memperhatikan program yang dijalankan warga binaannya tersebut.

"Kalapas di sini sangat luar biasa, sangat care, penuh dengan dedikasi. Sehingga saya sampaikan bahwa Pak Kalapas ini merupakan salah satu role model di jajaran pemasyarakatan yang bisa dijadikan rujukan karena selama ini juga banyak kalapas-kalapas yang saya minta untuk bisa berkunjung ke Garut, tentang bagaimana mengelola ketahanan pangan atau manajemennya ketahanan pangan karena itu tidak mudah untuk bisa dibanding ke Garut," tutur dia.

"Kalapas Garut sudah jauh lebih baik dan bisa dijadikan sebagai rujukan dari sisi pelaksanaan Tusi bagaimana menjaga kondisi ketertiban dan keamanan di Lapas Garut. Selain itu juga dalam proses pembinaannya juga bisa memberdayakan warga binaan sehingga warga binaan ketika nanti keluar dia memiliki keahlian dan juga memperoleh sedikit penghasilan. Sehingga paling tidak setelah dia keluar nanti itu akan dapat bekal," lanjut dia.

(aud/maa)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait