Ramadhan Sananta Dilepas DPMM FC, Rumor ke Persebaya Menguat
Penyerang muda Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, dipastikan tidak lagi memperkuat klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC, yang berkompetisi di Liga Malaysia.
Ramadhan Sananta dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari DPMM FC, klub asal Brunei Darussalam yang tampil di Liga Malaysia. Kepastian itu disampaikan melalui laman resmi klub pada Rabu, dan Sananta menjadi salah satu dari tiga pemain yang dilepas pada periode tersebut.
Penyerang muda Timnas Indonesia itu sebelumnya didatangkan dari Persis Solo pada musim ini. Selama membela DPMM FC, pemain berusia 23 tahun tersebut tampil dalam 27 pertandingan di ajang domestik dan mencatatkan empat gol serta dua assist. Selain Sananta, DPMM FC juga melepas kiper asal Brasil, Michel Americo, serta pemain senior Najib Tarif yang telah memperkuat tim sejak 2012.
Meski berpisah, pihak klub disebut masih memberi perhatian terhadap perkembangan Sananta. DPMM FC menilai usia sang pemain masih muda dan tidak menutup peluang untuk merekrutnya kembali di masa mendatang apabila performanya meningkat saat membela klub lain. Sikap ini menunjukkan bahwa pelepasan Sananta bukan sepenuhnya menutup hubungan kedua pihak.
Setelah berstatus bebas transfer, Sananta kini santer dikaitkan dengan kepindahan ke Persebaya Surabaya. Rumor itu menguat karena Persebaya saat ini dilatih Bernardo Tavares, sosok yang pernah bekerja sama dengan Sananta saat keduanya berada di PSM Makassar. Keduanya pernah menjadi bagian dari keberhasilan PSM menjuarai Liga 1 musim 2022/2023.
Saat dilatih Tavares di PSM, Sananta tampil produktif dengan torehan 11 gol ketika usianya masih 20 tahun. Rekam jejak tersebut membuat kemungkinan reuni di Persebaya dianggap sebagai opsi yang menarik, terutama bila klub ingin membangun lini depan dengan pemain yang sudah memahami karakter permainan sang pelatih.
Sudut pandang lain
Dilepasnya Sananta dari DPMM FC membuka ruang bagi pemain muda ini untuk kembali mendapat menit bermain yang lebih besar di Indonesia. Status bebas transfer juga memberi fleksibilitas bagi klub peminat untuk bernegosiasi tanpa biaya perekrutan, sehingga situasi ini bisa menguntungkan baik bagi pemain maupun calon tim barunya.
Di sisi lain, rumor ke Persebaya menunjukkan pentingnya faktor kedekatan antara pemain dan pelatih dalam sepak bola profesional. Jika reuni dengan Bernardo Tavares benar terjadi, adaptasi Sananta berpotensi lebih cepat karena sudah memahami pola kerja sang pelatih dari periode sebelumnya di PSM Makassar.
Lihat versi asli dari sumber
Bandar Seri Begawan, VIVA – Penyerang muda Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta , dipastikan tidak lagi memperkuat klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC , yang berkompetisi di Liga Malaysia. Kabar pelepasan ini dikonfirmasi melalui laman resmi klub pada hari Rabu, menjadikannya satu dari tiga pemain yang tidak dipertahankan.
Statistik Selama di DPMM FC
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Didatangkan dari Persis Solo musim ini, Sananta tercatat telah memainkan 27 pertandingan di kompetisi domestik bersama DPMM FC. Selama masa baktinya, pemain berusia 23 tahun tersebut menyumbangkan empat gol dan dua assist.
Selain Sananta, klub juga melepas kiper asal Brasil, Michel Americo, yang kalah bersaing dengan kiper utama Haimie Nyaring, serta pemain veteran Najib Tarif yang telah membela tim sejak 2012.
Pintu Kembali yang Masih Terbuka
Meski resmi dilepas, manajemen DPMM FC tampaknya masih menaruh harapan pada bakat Sananta. Mengingat usianya yang masih muda, klub menyatakan akan terus memantau perkembangannya dan tidak menutup kemungkinan untuk merekrutnya kembali di masa depan jika ia menunjukkan peningkatan performa yang baik di klub lain.
Rumor Bergabung ke Persebaya Surabaya
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Setelah berstatus bebas transfer, Ramadhan Sananta kini santer dirumorkan akan kembali ke Indonesia untuk bergabung dengan Persebaya Surabaya. Kabar ini semakin kuat karena Persebaya saat ini dilatih oleh Bernardo Tavares , sosok pelatih yang pernah bekerja sama dengannya di PSM Makassar.
Reuni ini dianggap sebagai langkah strategis bagi Sananta, mengingat ia dan Tavares memiliki sejarah manis saat membawa PSM Makassar menjuarai Liga 1 musim 2022/2023. Kala itu, di bawah asuhan Tavares, Sananta tampil sangat produktif dengan koleksi 11 gol meski baru berusia 20 tahun.
Berita terkait

IBL Umumkan Lima Kandidat MVP Liga 2026
Indonesian Basketball League (IBL) mengumumkan lima kandidat peraih penghargaan IBL League MVP 2026, yang nanti akan dinilai berdasarkan statistik, kontribusi ...

Marc Klok: Persib Siap Hadapi Tantangan di Dua Laga Terakhir
Kapten Persib Bandung Marc Klok menegaskan timnya siap menghadapi semua rintangan pada dua pertandingan terakhir kompetisi BRI Super League 2025/2026.Dikutip ...
/data/photo/2025/12/05/6932edd60c643.jpeg)
Persib dan Borneo FC Sama-sama Kejar Gelar di Dua Laga Terakhir
Jadwal Persib dan Borneo FC dalam pertarungan di trek juara Super League 2025-2026. Siapa yang angkat trofi akhir musim?
Real Madrid Bidik Rodri untuk Proyek Era Baru
Real Madrid mulai bergerak menyusun era baru. Bukan hanya soal kursi pelatih, Los Blancos kini juga fokus mencari sosok pemain yang dianggap mampu mengembalikan keseimban
Herdman Optimistis Indonesia Hadapi Grup Berat Piala Asia 2027
Perjalanan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 diprediksi bakal penuh tantangan. Skuad Garuda masuk ke Grup F yang dihuni deretan tim kuat Asia, mulai dari Jepang, Qatar,

Empat klub luar negeri yang pernah dibela Megawati Hangestri
Berikut empat klub top luar negeri yang pernah dibela Megawati Hangestri.