Live|
Kompas.comVersi JafmoNewsNetral10 Mei 2026 pukul 15.08

Huawei MatePad Pro Max Dirilis, Bobotnya Hanya 499 Gram

Selain ringan, Huawei MatePad Pro Max punya ketebalan 4,7 mm. Bodinya terbilang lebih tipis dibanding Apple iPad Pro setebal 4.82 mm.

Huawei MatePad Pro Max Dirilis, Bobotnya Hanya 499 Gram

Huawei memperkenalkan tablet flagship terbarunya, MatePad Pro Max, dalam acara peluncuran di Bangkok, Thailand, pada Kamis (7/5/2026). Perangkat ini diumumkan bersamaan dengan sejumlah produk global lain dari Huawei, termasuk Watch Fit 5 series dan smartphone Nova 15 Max. Tablet tersebut diposisikan sebagai perangkat premium yang ditujukan untuk menunjang produktivitas sekaligus kebutuhan kreatif pengguna.

Dari hasil penjajakan langsung di area pengalaman acara, MatePad Pro Max meninggalkan kesan sangat ringan dan tipis saat digenggam. Huawei menyebut bobotnya 499 gram untuk varian reguler dan 509 gram untuk varian PaperMatte. Perusahaan bahkan mengklaim tablet ini sebagai yang paling ringan di kelas tablet 13 inci. Ketebalannya hanya 4,7 mm, lebih tipis dibanding Apple iPad Pro yang memiliki ketebalan 5,1 mm maupun Honor MagicPad 3 Pro yang tebalnya 4,82 mm.

MatePad Pro Max membawa layar OLED 13,2 inci dengan bezel tipis 3,55 mm. Di balik bezel yang ramping itu, Huawei menempatkan kamera depan beresolusi 12 MP dengan desain yang kecil dan nyaris tak mencolok. Dari tampilan sekilas, kamera depan tersebut bahkan hampir tidak terlihat. Di bagian belakang, tersedia kamera 50 MP yang ditempatkan pada modul bulat bersama lampu flash LED.

Tablet ini mendukung penggunaan pena digital atau stylus untuk menggambar dan mencatat, serta bisa dipasangkan dengan keyboard magnetik dan mouse. Dalam pengujian singkat, layar perangkat terasa responsif baik saat disentuh langsung maupun ketika dipakai dengan M-Pencil. Saat digunakan untuk menggambar, proses memilih brush dan warna berjalan mulus tanpa jeda yang mengganggu, sementara tampilannya juga nyaman dilihat.

Huawei juga membekali MatePad Pro Max dengan bingkai metal yang memberi kesan premium. Di dalam rangkanya terdapat enam speaker, empat mikrofon, tombol volume yang ramping, serta tombol daya yang dibuat hampir rata dengan bodi. Dengan layar besar dan dukungan aksesori, tablet ini memang diarahkan agar pengalaman penggunaannya mendekati laptop. Huawei memastikan perangkat ini akan masuk ke Indonesia, meski jadwal peluncurannya belum diumumkan.

Sudut pandang lain

Kehadiran MatePad Pro Max memperlihatkan persaingan tablet premium yang makin bertumpu pada kombinasi desain supertipis, bobot ringan, dan dukungan produktivitas. Di segmen ini, ukuran fisik bukan lagi sekadar soal estetika, melainkan juga menjadi pembeda utama untuk menarik pengguna yang mencari perangkat portabel namun tetap bertenaga.

Bagi pasar Indonesia, kepastian kehadiran perangkat ini berpotensi menambah pilihan di kelas tablet flagship yang selama ini didominasi beberapa merek besar. Namun, tanpa jadwal rilis dan informasi harga resmi, daya saingnya di pasar lokal masih sulit dipastikan meski spesifikasi awalnya terlihat kuat.

Lihat versi asli dari sumber

BANGKOK, KOMPAS.com - Dalam acara peluncuran yang digelar di Bangkok, Thailand, Kamis (7/5/2026) lalu, Huawei merilis tablet andalan terbarunya, MatePad Pro Max.

Tablet ini dirilis bersama produk baru Huawei lainnya untuk pasar global, termasuk Watch Fit 5 series, smartphone Nova 15 Max dan lain-lain.

Jurnalis KOMPAS.com , Lely Maulida turut menghadiri langsung acara peluncuran produk terbaru Huawei tersebut.

MatePad Pro Max diposisikan sebagai tablet flagship dengan performa yang mumpuni untuk mengakomodasi produktivitas hingga kreativitas pengguna.

Menariknya tablet ini didesain ramping dengan ketebalan yang cukup tipis serta bobot yang ringan.

Bahkan saya agak kaget ketika pertama kali menggenggam dan mengangkat langsung tablet ini di area experience usai peluncuran.

Tablet ini terasa sangat ringan bila dibandingkan perangkat sejenis pada umumnya. Menurut Huawei, tablet ini memiliki bobot 499 gram untuk varian reguler dan 509 untuk varian PaperMatte.

Huawei bahkan sesumbar bahwa MatePad Pro Max merupakan tablet paling ringan di antara tablet berukuran 13 inci.

Selain ringan, tablet ini juga didesain tipis, ketebalannya hanya 4,7 mm. Bodinya terbilang lebih tipis dibanding Apple iPad Pro yang memiliki ketebalan 5,1 mm atau Honor MagicPad 3 Pro dengan ketebalan 4,82 mm.

Ketika digenggam tangan, ketebalan tablet ini sekilas tampak setipis biskuit.

Punya kamera tersembunyi

Huawei MatePad Pro Max dilengkapi layar OLED berukuran 13,2 inci dan dikelilingi bezel tipis 3,55 mm. Walau tipis, bezel layar tablet ini sekaligus menampung kamera depan perangkat yang didesain mungil.

Kombinasi bezel -nya yang hitam dan ukuran kamera depan perangkat yang kecil, membuat keberadaan kamera tersebut cukup samar. Bila dilihat sekilas saja, tablet ini bahkan seolah tak memliki kamera selfie atau video call.

Kamera tersebut dibekali resolusi 12 MP. Tablet ini juga dilengkapi kamera belakang dengan resolusi 50 MP.

Kamera belakangnya ditempatkan di sudut punggung perangkat, dalam modul yang didesain bulat bersama lampu flash LED.

Tablet ini mendukung penggunaan pena digital atau stylus, misalnya untuk menggambar atau sekadar membuat catatan tertulis. Pengguna juga bisa memasangkan tablet ini dengan keyboard magnetik serta mouse.

Pengalaman singkat saya menjajal langsung tablet ini, layarnya terbilang responsif baik saat dioperasikan dengan tangan, maupun stylus M-Pencil. Visualnya juga nyaman dipandang.

Saya juga sempat melihat seorang pengguna menggambar dengan MatePad Pro Max. Selama prosesnya, tablet ini bisa mengakomodasi pengguna dengan mulus tanpa lag, misalnya saat menggoreskan tinta, memilih brush, warna, dan lain sebagainya.

Adapun tablet ini dilengkapi dengan bingkai metal, sehingga tampilan dan feel -nya terlihat premium.

Bingkai perangkat ini sekaligus mengakomodasi berbagai komponen, termasuk enam speaker, empat mikrofon, tombol volume yang sangat ramping, serta tombol daya atau power yang didesain hampir rata dengan frame perangkat.

Letak tombolpower dan volume ini didesain terpisah, tidak sebaris seperti di sebagian besar smartphone atau tablet.

Dalam orientasi landscape, tombol volume berada di kiri atas tablet, berdekatan dengan modul kamera. Sementara tombol volume diposisikan di sisi kiri, sejajar dengan speaker.

Karena ukuran layarnya yang besar, idealnya tablet ini memang dipadukan dengan aksesori tambahan seperti keyboard magnetik serta stylus. Dengan begitu, pengalaman penggunaannya bisa lebih optimal, seperti menggunakan laptop.

Tablet ini sendiri dipastikan masuk Indonesia, tetapi jadwalnya masih misteri. Kita tunggu saja.

Dirangkum dari Kompas.com · oleh Kompas Cyber Media

Berita terkait