Live|
VIVAVersi JafmoNewsPositif14 Mei 2026 pukul 09.17

Iga Swiatek Lolos ke Semifinal Roma Setelah Hajar Jessica Pegula

Petenis unggulan keempat, Iga Swiatek, menunjukkan performa luar biasa di lapangan tanah liat setelah mengalahkan Jessica Pegula secara telak pada babak perempat final In

Iga Swiatek Lolos ke Semifinal Roma Setelah Hajar Jessica Pegula

Iga Swiatek tampil dominan saat menyingkirkan Jessica Pegula pada perempat final Internazionali BNL d’Italia 2026 di Roma, Kamis. Petenis unggulan keempat itu menang telak 6-1, 6-2 hanya dalam waktu satu jam tujuh menit dan melaju ke babak berikutnya dengan penampilan yang nyaris tanpa celah.

Sejak awal pertandingan, Swiatek mampu mengendalikan ritme permainan dan tidak memberi Pegula kesempatan berkembang. Dalam laga tersebut, petenis asal Polandia itu tidak menghadapi satu pun break point ketika melakukan servis. Usai pertandingan, ia menyatakan puas dengan permainan yang menurutnya berjalan sesuai rencana, baik dari sisi taktik maupun kualitas pukulan. Swiatek juga menegaskan bahwa di lapangan tanah liat, permainan baseline yang kuat menjadi salah satu senjata utamanya.

Kemenangan ini juga memiliki arti penting bagi Swiatek pada musim 2026. Hasil tersebut menjadi kemenangan pertamanya atas lawan penghuni 10 besar tahun ini, setelah sebelumnya ia menelan enam kekalahan beruntun melawan pemain elite. Catatan itu menjadi yang terburuk dalam kariernya, meski secara keseluruhan ia masih memegang rekor kemenangan terbanyak atas pemain 10 besar sejak debut profesional pada 2019, dengan total 54 kemenangan.

Di Roma, Swiatek kian dekat dengan sejarah. Ia kini mengoleksi 25 kemenangan dari 28 pertandingan di turnamen tersebut, sebuah capaian yang menempatkannya di kelompok kecil petenis era Open dengan rekor tercepat mencapai 25 kemenangan di Roma. Nama-nama seperti Chris Evert, Conchita Martinez, dan Gabriela Sabatini menjadi pembanding dalam pencapaian itu. Dengan tiga gelar yang sudah dimiliki di turnamen ini, Swiatek kini berpeluang menambah koleksi trofinya menjadi empat dan berharap dapat memainkan dua laga lagi di Roma.

Sudut pandang lain

Dominasi Swiatek di Roma menegaskan kembali spesialisasinya di lapangan tanah liat, yang kerap menjadi faktor pembeda dalam turnamen WTA. Bagi lawan-lawannya, hasil ini menunjukkan bahwa menghadapi Swiatek di permukaan tersebut menuntut strategi yang sangat disiplin sejak poin pertama.

Dari sisi persaingan musim 2026, kemenangan ini bisa menjadi momentum penting untuk memulihkan kepercayaan diri Swiatek setelah tren negatif melawan pemain papan atas. Jika konsistensi ini berlanjut, peluangnya untuk kembali mendominasi turnamen besar di tanah liat akan semakin terbuka.

Lihat versi asli dari sumber

Roma, VIVA – Petenis unggulan keempat, Iga Swiatek , menunjukkan performa luar biasa di lapangan tanah liat setelah mengalahkan Jessica Pegula secara telak pada babak perempat final Internazionali BNL d’Italia 2026, Kamis. Swiatek hanya membutuhkan waktu satu jam tujuh menit untuk menutup laga dengan skor dominan 6-1, 6-2.

Kendali Penuh Sejak Awal

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Swiatek mengaku sangat puas dengan penampilannya yang taktis dan penuh percaya diri. Selama pertandingan, petenis asal Polandia ini tidak menghadapi satu pun break point saat melakukan servis.

"Sejak awal saya merasa bisa mendikte jalannya pertandingan. Secara taktik semuanya masuk akal. Saya merasakan bola dengan sangat baik," ujar Swiatek dalam konferensi pers dilansir WTA. Ia juga menambahkan bahwa di lapangan tanah liat, ia sangat mengandalkan permainan baseline yang solid.

Memutus Tren Negatif Lawan Pemain Elit

Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi Swiatek di musim 2026. Ini adalah kemenangan pertamanya atas pemain peringkat 10 besar musim ini, setelah sebelumnya ia menelan enam kekalahan beruntun melawan pemain elit—catatan terburuk dalam kariernya.

Meski sempat terpuruk, Swiatek tetap memegang rekor kemenangan terbanyak atas pemain peringkat 10 besar sejak debutnya tahun 2019, yakni sebanyak 54 kemenangan. Jumlah ini bahkan melampaui torehan petenis nomor satu dunia saat ini, Aryna Sabalenka.

Mengejar Sejarah di Roma

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan hasil ini, Swiatek kini mengantongi catatan 25 kemenangan dari 28 pertandingan di Roma. Pencapaian tersebut menempatkannya di jajaran elit petenis era modern (Open) yang mampu meraih 25 kemenangan di Roma dalam jumlah pertandingan paling sedikit, bersanding dengan nama besar seperti Chris Evert, Conchita Martinez, dan Gabriela Sabatini.

Swiatek, yang sudah tiga kali menjuarai turnamen di Roma, kini membidik gelar keempatnya. "Tujuannya adalah untuk memainkan pertandingan sebanyak mungkin... Saya harap bisa memainkan dua pertandingan lagi di sini," pungkasnya.

Dirangkum dari VIVA · oleh Luzman Rifqi Karami

Berita terkait