Iga Swiatek Lolos ke Semifinal Roma Setelah Hajar Jessica Pegula
Petenis unggulan keempat, Iga Swiatek, menunjukkan performa luar biasa di lapangan tanah liat setelah mengalahkan Jessica Pegula secara telak pada babak perempat final In
Iga Swiatek tampil dominan saat menyingkirkan Jessica Pegula pada perempat final Internazionali BNL d’Italia 2026 di Roma, Kamis. Petenis unggulan keempat itu menang telak 6-1, 6-2 hanya dalam waktu satu jam tujuh menit dan melaju ke babak berikutnya dengan penampilan yang nyaris tanpa celah.
Sejak awal pertandingan, Swiatek mampu mengendalikan ritme permainan dan tidak memberi Pegula kesempatan berkembang. Dalam laga tersebut, petenis asal Polandia itu tidak menghadapi satu pun break point ketika melakukan servis. Usai pertandingan, ia menyatakan puas dengan permainan yang menurutnya berjalan sesuai rencana, baik dari sisi taktik maupun kualitas pukulan. Swiatek juga menegaskan bahwa di lapangan tanah liat, permainan baseline yang kuat menjadi salah satu senjata utamanya.
Kemenangan ini juga memiliki arti penting bagi Swiatek pada musim 2026. Hasil tersebut menjadi kemenangan pertamanya atas lawan penghuni 10 besar tahun ini, setelah sebelumnya ia menelan enam kekalahan beruntun melawan pemain elite. Catatan itu menjadi yang terburuk dalam kariernya, meski secara keseluruhan ia masih memegang rekor kemenangan terbanyak atas pemain 10 besar sejak debut profesional pada 2019, dengan total 54 kemenangan.
Di Roma, Swiatek kian dekat dengan sejarah. Ia kini mengoleksi 25 kemenangan dari 28 pertandingan di turnamen tersebut, sebuah capaian yang menempatkannya di kelompok kecil petenis era Open dengan rekor tercepat mencapai 25 kemenangan di Roma. Nama-nama seperti Chris Evert, Conchita Martinez, dan Gabriela Sabatini menjadi pembanding dalam pencapaian itu. Dengan tiga gelar yang sudah dimiliki di turnamen ini, Swiatek kini berpeluang menambah koleksi trofinya menjadi empat dan berharap dapat memainkan dua laga lagi di Roma.
Sudut pandang lain
Dominasi Swiatek di Roma menegaskan kembali spesialisasinya di lapangan tanah liat, yang kerap menjadi faktor pembeda dalam turnamen WTA. Bagi lawan-lawannya, hasil ini menunjukkan bahwa menghadapi Swiatek di permukaan tersebut menuntut strategi yang sangat disiplin sejak poin pertama.
Dari sisi persaingan musim 2026, kemenangan ini bisa menjadi momentum penting untuk memulihkan kepercayaan diri Swiatek setelah tren negatif melawan pemain papan atas. Jika konsistensi ini berlanjut, peluangnya untuk kembali mendominasi turnamen besar di tanah liat akan semakin terbuka.
Lihat versi asli dari sumber
Roma, VIVA – Petenis unggulan keempat, Iga Swiatek , menunjukkan performa luar biasa di lapangan tanah liat setelah mengalahkan Jessica Pegula secara telak pada babak perempat final Internazionali BNL d’Italia 2026, Kamis. Swiatek hanya membutuhkan waktu satu jam tujuh menit untuk menutup laga dengan skor dominan 6-1, 6-2.
Kendali Penuh Sejak Awal
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Swiatek mengaku sangat puas dengan penampilannya yang taktis dan penuh percaya diri. Selama pertandingan, petenis asal Polandia ini tidak menghadapi satu pun break point saat melakukan servis.
"Sejak awal saya merasa bisa mendikte jalannya pertandingan. Secara taktik semuanya masuk akal. Saya merasakan bola dengan sangat baik," ujar Swiatek dalam konferensi pers dilansir WTA. Ia juga menambahkan bahwa di lapangan tanah liat, ia sangat mengandalkan permainan baseline yang solid.
Memutus Tren Negatif Lawan Pemain Elit
Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi Swiatek di musim 2026. Ini adalah kemenangan pertamanya atas pemain peringkat 10 besar musim ini, setelah sebelumnya ia menelan enam kekalahan beruntun melawan pemain elit—catatan terburuk dalam kariernya.
Meski sempat terpuruk, Swiatek tetap memegang rekor kemenangan terbanyak atas pemain peringkat 10 besar sejak debutnya tahun 2019, yakni sebanyak 54 kemenangan. Jumlah ini bahkan melampaui torehan petenis nomor satu dunia saat ini, Aryna Sabalenka.
Mengejar Sejarah di Roma
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dengan hasil ini, Swiatek kini mengantongi catatan 25 kemenangan dari 28 pertandingan di Roma. Pencapaian tersebut menempatkannya di jajaran elit petenis era modern (Open) yang mampu meraih 25 kemenangan di Roma dalam jumlah pertandingan paling sedikit, bersanding dengan nama besar seperti Chris Evert, Conchita Martinez, dan Gabriela Sabatini.
Swiatek, yang sudah tiga kali menjuarai turnamen di Roma, kini membidik gelar keempatnya. "Tujuannya adalah untuk memainkan pertandingan sebanyak mungkin... Saya harap bisa memainkan dua pertandingan lagi di sini," pungkasnya.
Berita terkait
/data/photo/2026/04/04/69d101d9f321d.jpeg)
Garuda Jaya Tersingkir di Perempat Final AVC Champions League 2026
Langkah Jakarta Garuda Jaya di AVC Champions League 2026 terhenti pada babak perempat final.

Jakarta Bhayangkara lolos ke semifinal AVC 2026
Jakarta Bhayangkara berhasil menembus semifinal AVC Mens Volleyball Champions League 2026.
Herdman Optimistis Indonesia Hadapi Grup Berat Piala Asia 2027
Perjalanan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 diprediksi bakal penuh tantangan. Skuad Garuda masuk ke Grup F yang dihuni deretan tim kuat Asia, mulai dari Jepang, Qatar,
Desak Made Raih Perunggu untuk Indonesia di Wujiang 2026
Desak Made Rita Kusuma Dewi jadi satu-satunya atlet Indonesia yang meraih medali di World Climbing Series Wujiang 2026 usai rebut perunggu nomor speed.
Polri Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya menargetkan Polri membangun 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Perlambatan nikel dinilai menekan ekonomi kawasan tambang
Pemerintah bicara tentang nasionalisme, kedaulatan sumber daya alam, tentang bagaimana Indonesia tidak boleh lagi dijajah asing melalui ekspor bahan mentah termasuk nikel