Live|
VIVAVersi JafmoNewsNegatif13 Mei 2026 pukul 22.30

Mbappe Dikritik Fans Madrid di Tengah Performa Tim yang Tertatih

Kylian Mbappe kembali jadi sorotan di Real Madrid karena sederet kontroversi yang membuat sebagian fan Los Blancos mulai gerah dengan sang megabintang. Musim ini menjadi

Mbappe Dikritik Fans Madrid di Tengah Performa Tim yang Tertatih

Kylian Mbappe kembali menjadi pusat perhatian di Real Madrid setelah serangkaian sikap dan situasi di luar lapangan memicu kekecewaan sebagian pendukung Los Blancos. Di tengah musim yang berjalan sulit, Madrid terancam menutup kompetisi tanpa gelar besar untuk kedua kalinya sejak Mbappe bergabung secara gratis dari Paris Saint-Germain pada 2024.

Kritik menguat ketika Mbappe diketahui berlibur ke Italia bersama pasangannya saat masih dalam masa pemulihan cedera. Keputusan itu dinilai kurang tepat oleh sebagian fans, terlebih sang striker juga absen dalam laga El Clasico melawan Barcelona. Kekecewaan suporter semakin besar setelah Mbappe mengunggah konten di Instagram ketika Madrid sedang tertinggal 0-2 dari Barcelona, yang kemudian memunculkan tanda tanya dan rasa frustrasi di kalangan pendukung klub.

Selain itu, media Spanyol sempat melaporkan adanya ketegangan antara Mbappe dan salah satu staf pelatih Madrid pada bulan lalu. Di saat yang sama, muncul pula penilaian bahwa gaya bermain Mbappe dan Vinicius Junior belum sepenuhnya cocok bila dipadukan di lini depan. Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat sorotan terhadap Mbappe semakin tajam, meski ia tetap menjadi salah satu pemain paling produktif di skuad Madrid.

Di tengah kritik yang mengarah kepadanya, Mbappe menegaskan bahwa dirinya masih bahagia di Madrid dan belum memikirkan untuk meninggalkan Santiago Bernabeu. Dalam wawancara dengan Vanity Fair, pemain timnas Prancis itu mengatakan dirinya terkejut dengan sambutan masyarakat Madrid, sekaligus memuji budaya, orang-orang, cuaca, dan makanan di ibu kota Spanyol. Ia juga menyebut bermain untuk Real Madrid sebagai kehormatan besar dan bagian dari proyek klub terbesar di dunia.

Situasi ini juga diiringi kabar bahwa Jose Mourinho disebut-sebut bakal menjadi pelatih baru Madrid musim depan. TEAMtalk melaporkan Mourinho dikabarkan telah mencapai kesepakatan kontrak tiga tahun dengan Los Blancos setelah meninggalkan Benfica. Meski tengah disorot, catatan Mbappe tetap menonjol: ia sudah membukukan 85 gol dan 11 assist dalam 100 pertandingan untuk Real Madrid di semua ajang.

Sudut pandang lain

Kasus Mbappe menunjukkan bagaimana ekspektasi tinggi di klub sebesar Real Madrid membuat setiap langkah pemain langsung mendapat sorotan, baik dari sisi performa maupun perilaku di luar lapangan. Dalam situasi tim yang kesulitan meraih gelar, gestur sederhana seperti berlibur saat cedera atau unggahan media sosial dapat dibaca sebagai kurangnya sensitivitas terhadap suasana klub.

Di sisi lain, pernyataan Mbappe yang tetap merasa nyaman di Madrid penting untuk meredam spekulasi soal masa depannya. Bila benar ada perubahan pelatih, dinamika ruang ganti dan penataan taktik musim depan akan sangat menentukan apakah Mbappe dapat kembali sepenuhnya diterima fans sebagai pusat proyek tim.

Lihat versi asli dari sumber

VIVA – Kylian Mbappe kembali jadi sorotan di Real Madrid karena sederet kontroversi yang membuat sebagian fan Los Blancos mulai gerah dengan sang megabintang.

Musim ini menjadi periode sulit bagi Madrid. Setelah gagal tampil konsisten, Los Blancos terancam menutup musim tanpa gelar besar untuk kedua kalinya sejak Mbappe datang secara gratis dari Paris Saint-Germain pada 2024.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi makin panas ketika Mbappe memilih berlibur ke Italia bersama pasangannya saat masih menjalani pemulihan cedera. Aksi itu memancing kritik tajam dari fan Madrid, apalagi sang striker absen di laga El Clasico kontra Barcelona.

Tak berhenti di situ, unggahan Instagram Mbappe saat Madrid tertinggal 0-2 dari Barcelona juga membuat pendukung Los Blancos kebingungan dan kecewa.

Media Spanyol bahkan sempat melaporkan adanya ketegangan antara Mbappe dengan salah satu staf pelatih Madrid bulan lalu. Kritik pun mulai bermunculan, termasuk anggapan bahwa permainan Mbappe dan Vinicius Junior sulit menyatu di lapangan.

Namun di tengah kritik tersebut, Mbappe menegaskan dirinya masih sangat bahagia di Madrid. Pemain Timnas Prancis itu mengaku menikmati kehidupan di ibu kota Spanyol dan belum berpikir meninggalkan Santiago Bernabeu.

“Saya terkejut dengan semuanya di Madrid. Budayanya, orang-orangnya, cara mereka menyambut dan membantu saya,” kata Mbappe kepada Vanity Fair.

Ia juga memuji suasana kota Madrid yang menurutnya nyaman dan damai untuk ditinggali.

“Cuacanya bagus, makanannya juga enak. Memang sulit menandingi makanan Prancis, tetapi mereka cukup bagus,” ujar Mbappe sambil bercanda.

Mbappe juga menegaskan bahwa bermain untuk Real Madrid merupakan sebuah kehormatan besar dalam kariernya.

“Ini klub terbesar di dunia. Sebuah berkah bisa menjadi bagian dari klub dan proyek ini,” katanya.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah situasi panas tersebut, nama Jose Mourinho justru disebut bakal menjadi pelatih baru Madrid musim depan. TEAMtalk melaporkan Mourinho dikabarkan sudah mencapai kesepakatan kontrak tiga tahun dengan Los Blancos setelah meninggalkan Benfica.

Meski terus diserang kritik, statistik Mbappe sebenarnya tetap impresif. Penyerang berusia 27 tahun itu sudah mencetak 85 gol dan 11 assist dalam 100 pertandingan bersama Madrid di semua kompetisi.

Dirangkum dari VIVA · oleh Robbi Yanto

Berita terkait