Live|
Antara NewsVersi JafmoNewsNetral14 Mei 2026 pukul 00.22

KSP Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Publik

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menepis isu yang menyebut adanya intimidasi dan tekanan yang dilakukan baik oleh pemerintah ...

KSP Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Publik

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman membantah kabar yang menyebut pemerintah maupun aparat penegak hukum melakukan intimidasi terhadap masyarakat atau organisasi sipil yang kritis. Ia menegaskan, pemerintah justru terbuka terhadap kritik dan masukan dari publik.

Pernyataan itu disampaikan Dudung saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai hasil survei salah satu lembaga survei di pelataran Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu. Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto berulang kali meminta masukan dan mendorong semua pihak berani berbicara serta mendengarkan pendapat orang lain. Karena itu, Dudung meminta agar tidak ada kesan seolah-olah pemerintah menekan pihak-pihak yang menyampaikan kritik.

Dudung juga menilai anggapan tentang intimidasi justru bisa memunculkan persepsi keliru bahwa pemerintah tidak mau dikoreksi. Ia mengingatkan agar publik tidak memelintir sikap Presiden Prabowo yang dinilainya terbuka terhadap saran dan evaluasi. Dalam kesempatan yang sama, Dudung mengajak berbagai kelompok masyarakat untuk mengedepankan hati nurani, bekerja sama membangun bangsa, dan tidak mudah terpecah oleh isu yang tidak benar.

Ia turut menyinggung pesan mendiang Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang menurutnya pernah mengatakan bahwa dalam keadaan apa pun tetap akan ada orang yang tidak menyukai apa yang dikerjakan seseorang. Kutipan itu disampaikan Dudung sebagai pengingat bahwa kritik dan penolakan merupakan bagian dari dinamika kehidupan publik.

Sikap yang sama juga kerap disampaikan Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan. Dalam pidatonya pada Puncak Perayaan Natal awal tahun 2026, Prabowo menyebut kritik dan koreksi sebagai bentuk bantuan yang justru membuat dirinya dan pemerintah lebih aman serta terjaga. Ia mencontohkan koreksi sederhana dari ajudan soal kelengkapan seragam sebagai bentuk perhatian yang bermanfaat, meski kadang terasa mengganggu.

Sudut pandang lain

Pernyataan KSP ini menegaskan upaya pemerintah menjaga citra keterbukaan terhadap kritik di tengah sorotan publik terhadap kebebasan berekspresi. Di tingkat politik, pesan semacam ini penting untuk meredam kekhawatiran bahwa kritik terhadap pemerintah dapat berujung pada tekanan atau pembatasan ruang sipil.

Namun, efektivitas penegasan tersebut biasanya akan dinilai dari praktik di lapangan, bukan hanya pernyataan. Karena itu, komunikasi pemerintah tentang kebebasan berpendapat perlu diikuti konsistensi dalam penanganan kritik, dialog dengan masyarakat sipil, dan jaminan agar ruang koreksi tetap aman bagi publik.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menepis isu yang menyebut adanya intimidasi dan tekanan yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun aparat penegak hukum terhadap masyarakat ataupun organisasi masyarakat sipil yang kritis terhadap pemerintah.

Dudung, saat menjawab pertanyaan wartawan terkait hasil survei salah satu lembaga survei di pelataran Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan-masukan kritis yang diberikan oleh masyarakat.

"Bapak Presiden (Prabowo Subianto, red.) mau setiap saat minta masukan. Beliau menyampaikan: Kita harus berani bicara, kita harus berani berpendapat, tetapi kita harus berani mendengarkan pendapat orang lain," kata Dudung menyampaikan sikap Presiden Prabowo terhadap kritik kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Dudung mengajak masyarakat untuk tidak menciptakan kesan adanya intimidasi yang datang dari pemerintah karena perlakuan semacam itu tidak ada.

"Jangan kemudian seakan-akan ada intimidasi. Kalau ada intimidasi berarti juga mengklaim bahwa pemerintah ini tidak mau dikoreksi. Janganlah dibuat-buat seperti itu," ujarnya.

"Jangan kemudian dipelintir seakan-akan (Presiden, red.) tidak mau menerima masukan," sambung Dudung.

Ia juga mengajak seluruh kelompok masyarakat untuk mengedepankan hati nurani dan bersama-sama membangun bangsa, serta menjaga diri masing-masing agar tidak mudah dipecah-belah dengan isu-isu yang tidak benar.

Pada kesempatan sama, Dudung juga mengingatkan kembali pesan dari mendiang Presiden Ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Gus Dur pernah menyampaikan bahwa sebenar apa pun yang kamu lakukan, sebaik apa pun yang kamu kerjakan, pasti ada kebencian orang lain," ujar Dudung.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo sering kali mengungkap dirinya tidak antikritik dan tidak ragu untuk mengoreksi diri manakala menerima masukan dari berbagai pihak.

Presiden Prabowo, saat berpidato dalam acara Puncak Perayaan Natal pada awal tahun 2026, menyatakan kritik dan koreksi merupakan wujud dirinya telah dibantu oleh pihak-pihak yang memberikan kritik dan koreksi tersebut.

"Kalau kritik, malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi, saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan. Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, tidak suka dikoreksi, tetapi sesungguhnya itu mengamankan," kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo kemudian memberi contoh sederhana ketika koreksi itu datang dari anak buahnya.

"Contoh paling sederhana, kadang-kadang kita lupa ada kancing yang tidak terpasang. Kemudian, anak buah kita lari: Pak, seragam Bapak, Pak. Bapak kancingnya... . Lho, ini anak buah kok berani koreksi. Tetapi, dia koreksi untuk mengamankan saya. Bayangkan Presiden muncul kancingnya tidak (lengkap, red.). Jadi, kadang-kadang saya dongkol juga sama ajudan saya, cerewet banget nih . Tetapi dia menjaga saya. Dia menjaga saya. Berapa kali saya diselamatkan," ujar Presiden.

Pewarta: Genta Tenri Mawangi Editor: Didik Kusbiantoro Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Dirangkum dari Antara News · oleh https://www.facebook.com/antaranewsdotcom

Berita terkait