Live|
Antara NewsVersi JafmoNewsPositif13 Mei 2026 pukul 10.48

Kemnaker Perluas Penempatan Magang Teknis ke Miyazaki

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas peluang penempatan magang teknis Indonesia ke Miyazaki, Jepang melalui kerja sama dengan Pemerintah ...

Kemnaker Perluas Penempatan Magang Teknis ke Miyazaki

Kementerian Ketenagakerjaan memperluas peluang penempatan magang teknis Indonesia ke Prefektur Miyazaki, Jepang, melalui kerja sama dengan pemerintah setempat. Kesepakatan ini diarahkan untuk memperkuat hubungan ketenagakerjaan Indonesia–Jepang sekaligus membuka lebih banyak kesempatan peningkatan kompetensi bagi peserta magang teknis asal Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Prefektur Miyazaki dalam memperluas kolaborasi, terutama untuk pengembangan sumber daya manusia dan perluasan penempatan peserta magang. Ia menjelaskan bahwa cakupan kerja sama meliputi pelatihan, pengiriman, dan penerimaan peserta magang teknis Indonesia di wilayah tersebut, serta pertukaran data dan informasi secara berkala agar program dapat berjalan berkelanjutan.

Kemnaker juga menyiapkan pengembangan sistem berbagi informasi untuk mendukung karier peserta setelah menyelesaikan magang di Jepang. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di Jepang, termasuk di Miyazaki yang menghadapi penurunan jumlah penduduk. Salah satu fokus kerja sama adalah job matching agar kompetensi calon peserta sesuai dengan kebutuhan mitra industri di Jepang. Di dalam negeri, Kemnaker menyiapkan pelatihan prapenempatan melalui balai pelatihan pemerintah dan swasta di berbagai daerah.

Berdasarkan data Kemnaker, penempatan peserta magang teknis Indonesia ke Jepang pada 2025 mencapai 19.332 orang. Hingga Mei 2026, jumlah peserta yang telah diberangkatkan tercatat 18.316 orang. Khusus di Prefektur Miyazaki, jumlah peserta magang Indonesia juga meningkat dari 243 orang pada 2025 menjadi 285 orang pada 2026.

Gubernur Prefektur Miyazaki Shunji Kono menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyatakan Miyazaki tengah menghadapi tantangan depopulasi sehingga membutuhkan peserta magang asing untuk mendukung berbagai sektor industri. Menurutnya, kehadiran warga Indonesia telah memberi kontribusi besar, terutama di sektor pertanian, dan peluang ke depan terbuka untuk memperluas peran peserta magang Indonesia di sektor lain.

Sudut pandang lain

Kerja sama ini menunjukkan bahwa program magang teknis tidak hanya menjadi jalur peningkatan keterampilan pekerja Indonesia, tetapi juga instrumen diplomasi ketenagakerjaan yang menjawab kebutuhan pasar kerja Jepang. Bagi Indonesia, skema seperti ini dapat memperkuat transfer pengetahuan, disiplin kerja, dan pengalaman industri bagi peserta yang kelak kembali ke tanah air.

Di sisi Jepang, terutama daerah seperti Miyazaki yang mengalami penurunan penduduk, kehadiran peserta magang asing menjadi salah satu solusi untuk menjaga keberlanjutan sektor-sektor yang kekurangan tenaga kerja. Karena itu, keberhasilan program akan sangat bergantung pada kecocokan keterampilan, kesiapan pelatihan, dan keberlanjutan sistem pendampingan setelah peserta menyelesaikan masa magang.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas peluang penempatan magang teknis Indonesia ke Miyazaki, Jepang melalui kerja sama dengan Pemerintah Prefektur Miyazaki.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat hubungan Indonesia–Jepang di bidang ketenagakerjaan, khususnya dalam peningkatan kompetensi dan perluasan peluang penempatan peserta magang teknis.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Prefektur Miyazaki atas komitmennya dalam memperluas kerja sama ini, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kesempatan penempatan magang teknis Indonesia,” ujar Cris.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama mencakup pelatihan, pengiriman, dan penerimaan peserta magang teknis Indonesia di Prefektur Miyazaki.

Selain itu, kedua pihak akan memperkuat pertukaran data dan informasi secara berkala untuk mendukung keberlanjutan program.

Kemnaker, lanjut Cris, juga menyiapkan pengembangan sistem berbagi informasi untuk mendukung pengembangan karier peserta setelah menyelesaikan program magang di Jepang.

Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di Jepang, termasuk di Prefektur Miyazaki yang tengah menghadapi penurunan jumlah penduduk.

Cris menambahkan, salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pelaksanaan job matching untuk memastikan kesesuaian antara kompetensi calon peserta dengan kebutuhan mitra industri di Jepang.

Selain itu, Kemnaker juga menyiapkan pelatihan prapenempatan melalui balai pelatihan milik pemerintah maupun swasta yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan data Kemnaker, penempatan peserta magang teknis Indonesia ke Jepang pada 2025 mencapai 19.332 orang.

Sementara itu, hingga Mei 2026, jumlah peserta yang telah diberangkatkan tercatat sebanyak 18.316 orang, yang menunjukkan capaian penempatan yang tetap tinggi pada periode awal tahun berjalan.

Khusus di Prefektur Miyazaki, jumlah peserta magang Indonesia juga mengalami peningkatan dari 243 orang pada 2025 menjadi 285 orang pada 2026.

Di sisi lain, Gubernur Prefektur Miyazaki Shunji Kono menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa Prefektur Miyazaki saat ini menghadapi tantangan depopulasi sehingga membutuhkan peserta magang asing untuk mendukung berbagai sektor industri.

“Keberadaan warga Indonesia telah memberikan kontribusi besar bagi sektor pertanian di Prefektur Miyazaki. Kami melihat peluang bagi peserta magang Indonesia untuk berkiprah di lebih banyak sektor ke depannya,” ujarnya.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira Editor: Faisal Yunianto Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Dirangkum dari Antara News · oleh https://www.facebook.com/antaranewsdotcom

Berita terkait