Indonesia tingkatkan kewaspadaan hadapi El Nino dan kemarau
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan Indonesia tengah meningkatkan kewaspadaan dan berbagai persiapan untuk menghadapi fenomena El Nino dan ...

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan Indonesia sedang memperkuat kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi El Nino serta musim kemarau yang lebih panjang. Peringatan itu ia sampaikan dalam rangkaian Sidang ke-21 Forum Kehutanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, awal pekan ini.
Menurut Raja Antoni, hasil analisis data cuaca menunjukkan kemungkinan munculnya El Nino dengan intensitas rendah hingga moderat pada Juni 2026. Kondisi tersebut berpotensi memicu kemarau yang lebih panjang, sehingga seluruh jajaran dan mitra terkait diminta tidak lengah. Ia menekankan pentingnya peningkatan patroli dan pemantauan di wilayah-wilayah yang rawan terdampak.
Dalam forum itu, Menhut juga memaparkan capaian Indonesia dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Ia menyebut keberhasilan tersebut sebagai cerminan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat aksi iklim melalui perlindungan ekosistem hutan yang berkelanjutan. Selama satu dekade terakhir, luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia diklaim turun 86 persen.
Raja Antoni menjelaskan, penurunan itu didukung oleh sistem pencegahan dan peringatan dini yang makin terintegrasi, penegakan hukum yang lebih tegas, serta pendekatan berbasis masyarakat di tingkat lapangan. Ia menambahkan, pada periode 2024-2025 luas karhutla juga tercatat menurun signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, antara lain berkat pemantauan titik panas yang lebih kuat dan respons cepat tim gabungan dalam pemadaman.
Ia menegaskan bahwa pengendalian karhutla tidak bisa mengandalkan pemerintah pusat semata. Menurutnya, kerja sama masyarakat, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini. Kolaborasi dan kesiapsiagaan, kata dia, menjadi kunci untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus memastikan kualitas udara tetap sehat bagi masyarakat.
Sudut pandang lain
Peringatan dini terhadap El Nino menunjukkan bahwa pengelolaan risiko kebakaran hutan dan lahan tetap menjadi isu strategis bagi Indonesia, terutama saat memasuki periode cuaca kering yang lebih panjang. Dalam konteks ini, kesiapan lapangan, koordinasi lintas lembaga, dan pemantauan titik panas akan menentukan seberapa besar ancaman karhutla bisa ditekan.
Di sisi lain, klaim penurunan luas karhutla menjadi modal penting dalam diplomasi lingkungan Indonesia di forum internasional. Namun, keberlanjutan capaian tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi penegakan hukum, keterlibatan masyarakat lokal, serta kemampuan pemerintah merespons perubahan iklim yang kian tidak menentu.
Lihat versi asli dari sumber
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan Indonesia tengah meningkatkan kewaspadaan dan berbagai persiapan untuk menghadapi fenomena El Nino dan potensi kemarau panjang.
Hal tersebut ia sampaikan dalam rangkaian Sidang ke-21 Forum Kehutanan Persatuan Bangsa-Bangsa ( United Nations Forum on Forests/ UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, awal pekan ini.
“Tahun ini kita harus jauh lebih hati-hati. Adanya potensi kemarau yang lebih panjang akibat El Nino menuntut kewaspadaan tinggi dari kita semua,” kata Menhut Raja Antoni dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berdasarkan analisis data cuaca, diprediksi akan terjadi fenomena El Nino dengan intensitas rendah hingga moderat pada Juni 2026 yang berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang.
“Saya meminta seluruh jajaran dan mitra terkait untuk tidak lengah dan terus meningkatkan patroli serta pemantauan di wilayah-wilayah rawan,” ujar Menhut.
Sementara itu, dalam rangkaian UNFF21 di Markas Besar PBB, Raja Antoni turut melaporkan capaian signifikan Indonesia dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal ini, kata dia, menjadi bukti nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat aksi iklim melalui perlindungan ekosistem hutan secara berkelanjutan.
Menhut mengatakan bahwa dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah berhasil mengurangi luas kebakaran hutan dan lahan sebesar 86 persen.
“Keberhasilan ini merupakan hasil dari penguatan sistem pencegahan dan peringatan dini yang terintegrasi, penegakan hukum yang tegas, serta pendekatan berbasis masyarakat di tingkat tapak,” kata dia.
Capaian positif ini terus berlanjut, di mana pada periode satu tahun terakhir (2024-2025), Indonesia mencatatkan penurunan luas karhutla yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Menhut, penurunan ini didorong oleh penguatan pemantauan titik panas ( hotspot ) dan respons cepat pemadaman oleh tim gabungan di lapangan.
Lebih jauh, Menhut Raja Antoni juga menekankan bahwa penekanan angka karhutla tidak bisa dilakukan oleh pemerintah pusat semata, tapi juga kerja sama yang erat antara masyarakat, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pencegahan dilakukan secara efektif sejak dini.
“Kolaborasi dan kesiapsiagaan adalah kunci. Kita harus memastikan bahwa angka karhutla dapat terus ditekan demi menjaga kelestarian hutan dan memastikan kualitas udara yang sehat bagi masyarakat,” kata Menhut.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira Editor: Faisal Yunianto Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Berita terkait

Kapolda Riau Ajak Warga Waspadai Karhutla Hadapi Kemarau 2026
Periode Juni hingga Agustus diperkirakan memasuki fase kemarau dan fenomena Super El Nino yang berpotensi meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan karhutla di Riau.

BMKG: Mayoritas Wilayah Indonesia Diprakirakan Hujan Ringan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi hujan ringan pada Kamis.Berdasarkan ...
Petani Bawang Merah Nganjuk Siapkan Air Hadapi El Nino
Petani bawang merah di Nganjuk mengantisipasi ancaman El Nino dengan memperkuat pasokan air melalui sumur sibel demi menjaga produksi tetap stabil. Baca di sini

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 10??"13 Mei 2026. Peringatan tersebut disampaikan melalui situs resmi BMKG.
Riau Bhayangkara Run 2026 Diusung Jadi Kampanye Lingkungan
Polda Riau kembali memastikan pelaksanaan Riau Bhayangkara Run 2026, yang digelar pada Minggu, 19 Juli 2026, mengusung tagline Run With Purpose, Move Forward with Riau.

Pedro Acosta raih pole position MotoGP Catalunya 2026
Pedro Acosta tampil apik pada sesi kualifikasi putaran keenam balapan MotoGP Catalunya 2026 setelah merebut pole position (start terdepan) sekaligus ...