Live|
Antara NewsVersi JafmoNewsPositif12 Mei 2026 pukul 13.53

Kemendikdasmen Perbaiki 4.700 Perpustakaan Sekolah untuk Dukung Literasi

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung penguatan literasi murid dengan turut memperbaiki sebanyak 4.700 ruang perpustakaan di ...

Kemendikdasmen Perbaiki 4.700 Perpustakaan Sekolah untuk Dukung Literasi

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat literasi peserta didik dengan memperbaiki 4.700 ruang perpustakaan di sekolah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Upaya ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap peningkatan mutu pembelajaran, terutama di jenjang pendidikan menengah.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa meski jumlah perpustakaan yang diperbaiki tidak sebanyak ruang praktik, fasilitas itu tetap mendapat perhatian penting. Ia menyebutkan, dalam program revitalisasi tersebut terdapat lebih dari 7.500 ruang praktik yang dibangun, sementara perpustakaan mencapai 4.700 unit.

Tatang menjelaskan bahwa revitalisasi dan rehabilitasi perpustakaan memang masuk dalam sasaran program karena fungsi perpustakaan kini tidak lagi sebatas tempat menyimpan buku. Menurut dia, perpustakaan sekolah telah berkembang menjadi pusat belajar, ruang kolaborasi, dan sarana untuk menumbuhkan kreativitas peserta didik. Karena itu, ruang perpustakaan yang nyaman dan layak dinilai dapat mendorong minat baca siswa.

Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkaya isi perpustakaan sekolah. Kemendikdasmen membuka peluang kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional, Badan Bahasa, dan Pusat Perbukuan untuk menambah koleksi buku, khususnya buku non-teks. Tatang menyampaikan bahwa dukungan berupa bacaan tambahan sangat dibutuhkan agar perpustakaan tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga menyediakan sumber belajar yang lebih variatif.

Pada kegiatan bertajuk Bincang Santai Dampak Nyata Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Penguatan Literasi melalui Sarana Perpustakaan yang Nyaman, Kepala Perpusnas Aminudin Aziz turut mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai perbaikan perpustakaan sekolah menunjukkan cara baru dalam memandang hubungan antara proses belajar di kelas dan peran perpustakaan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.

Sudut pandang lain

Langkah memperbaiki perpustakaan sekolah menunjukkan bahwa penguatan literasi tidak hanya bergantung pada kurikulum dan guru, tetapi juga pada kualitas ruang belajar. Fasilitas yang layak dapat membuat perpustakaan lebih relevan bagi siswa, terutama di tengah tantangan menurunnya minat baca dan dominasi konsumsi digital.

Dari sisi kebijakan pendidikan, integrasi antara revitalisasi fisik dan penambahan koleksi bacaan berpotensi menghasilkan dampak yang lebih besar dibanding perbaikan gedung semata. Namun efektivitasnya tetap bergantung pada pengelolaan sekolah, ketersediaan buku yang menarik, serta kemampuan perpustakaan menjadi ruang aktivitas yang benar-benar digunakan siswa.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung penguatan literasi murid dengan turut memperbaiki sebanyak 4.700 ruang perpustakaan di berbagai sekolah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan perhatian pada peningkatan literasi peserta didik, khususnya pada jenjang pendidikan menengah meskipun jumlahnya memang tidak sebanyak perbaikan untuk ruang praktek.

“Ya terkait perpustakaan, dari sisi infrastrukturnya itu kan tadi ada 4.700 perpustakaan yang dibangun ya, di samping memang masih lebih banyak ruang praktek sih kalau ruang praktek lebih dari 7.500 ya. Jadi dari sisi infrastruktur, kami sudah memberikan perhatian yang sangat penting terkait perpustakaan ini,” kata Tatang di Jakarta pada Selasa.

Pada kegiatan bertajuk Bincang Santai Dampak Nyata Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Penguatan Literasi melalui Sarana Perpustakaan yang Nyaman itu, Tatang memastikan revitalisasi maupun rehabilitasi ruang perpustakaan masuk dalam sasaran program revitalisasi satuan pendidikan, mengingat perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku atau ruang baca, melainkan menjadi pusat belajar, ruang kolaborasi, hingga ruang tumbuh kreativitas peserta didik.

Ruang perpustakaan yang nyaman dan layak, lanjut dia, dapat meningkatkan minat baca di kalangan peserta didik.

Karena itu pihaknya juga siap berkolaborasi bersama Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Badan Bahasa Kemendikdasmen, dan Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, guna menambah koleksi buku, khususnya buku non-teks di ruang perpustakaan sekolah.

“Nah mungkin kami juga perlu ada penyediaan-penyediaan buku bacaan non-teks gitu ya, baik dari dukungan Perpustakaan Nasional yang juga memang ada mengirimkan ke sekolah-sekolah, dari Badan Bahasa dan juga ada dari Pusat Perbukuan,” kata Tatang.

Pada kesempatan yang sama Kepala Perpusnas Aminudin Aziz mengapresiasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang mengikutsertakan perbaikan ruang perpustakaan di sekolah.

“Ini adalah cara baru memandang bagaimana integrasi antara kegiatan belajar di kelas dengan keberadaan perpustakaan,” kata Aminudin.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban Editor: Risbiani Fardaniah Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Dirangkum dari Antara News · oleh https://www.facebook.com/antaranewsdotcom

Berita terkait