23 WNI Selamat dari Kecelakaan Kapal di Perairan Malaysia
Badan Penegakan Maritim Malaysia, Negara Bagian Perak, melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) menyusul insiden tenggelamnya kapal yang diduga ...

Otoritas maritim Malaysia di Negara Bagian Perak melakukan operasi pencarian dan penyelamatan setelah sebuah kapal yang diduga mengangkut pendatang asing tanpa izin, termasuk warga negara Indonesia, tenggelam di perairan Pulau Pangkor. Hingga Selasa, 23 orang berhasil diselamatkan, sementara sejumlah penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kepten Maritim Mohamad Shukri bin Khotob, mengatakan pihaknya menerima laporan pada Senin pagi, 11 Mei, sekitar pukul 05.30 dari seorang nelayan setempat yang melihat korban terapung di laut. Menindaklanjuti laporan itu, operasi SAR dimulai pukul 06.00 dengan mengerahkan KM GAGAH dan BENTENG 1203, serta dukungan Pasukan Polis Marin, Tentera Laut Diraja Malaysia, dan komunitas nelayan setempat.
Dalam proses penyelamatan, kapal nelayan lokal VNT PKFB 616 menemukan dan menolong 23 korban, terdiri atas 16 laki-laki dan 7 perempuan warga negara Indonesia. Para korban kemudian dibawa oleh Kapal PPM PAC 16 ke Dermaga PPM Kampung Acheh untuk proses dokumentasi dan penyelidikan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak berwenang di IPD Manjung.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa jumlah total orang di atas kapal tersebut mencapai 37 orang. Dengan demikian, masih ada korban yang belum diketahui keberadaannya dan operasi pencarian terus dilakukan secara intensif. Dalam perkembangan lain, KM GAGAH juga menemukan tiga tas berisi pakaian yang diduga milik para korban di lokasi pencarian, dan barang tersebut akan diidentifikasi oleh mereka yang selamat.
Berdasarkan keterangan awal, para korban diduga berangkat dari Kisaran, Indonesia, pada 9 Mei 2026 dengan tujuan Malaysia, dan diperkirakan hendak menuju sejumlah daerah seperti Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur. Untuk memperluas pencarian, operasi SAR turut melibatkan KD Sri Indera Sakti, helikopter Fennec TLDM, dua unit Fast Combat Boat TLDM, pesawat Bombardier CL 415 milik APMM, serta Kapal PAC 16 dari PPM guna memantau area insiden dari laut dan udara.
Mohd Shukri menegaskan pihaknya akan terus mengintensifkan operasi sampai seluruh korban ditemukan. Otoritas maritim Perak juga meminta masyarakat yang melihat korban atau menemukan objek mencurigakan di laut untuk segera menghubungi Pusat Operasi Maritim Negara Bagian Perak atau layanan darurat 999.
Sudut pandang lain
Insiden ini kembali menyoroti risiko tinggi perjalanan laut ilegal yang kerap melibatkan jaringan penyelundupan manusia dan menempatkan penumpang pada situasi berbahaya. Selain ancaman keselamatan jiwa, kasus seperti ini juga memunculkan beban penanganan lintas negara karena melibatkan pencarian korban, identifikasi, dan proses hukum di wilayah yurisdiksi Malaysia.
Dari sisi sosial dan kebijakan, peristiwa ini dapat mendorong pengawasan yang lebih ketat di jalur keberangkatan dan perairan perbatasan. Koordinasi antara aparat maritim, polisi, dan komunitas nelayan menjadi penting, bukan hanya untuk penyelamatan darurat, tetapi juga untuk mempercepat pelacakan pihak-pihak yang diduga mengorganisasi perjalanan tersebut.
Lihat versi asli dari sumber
Kuala Lumpur (ANTARA) - Badan Penegakan Maritim Malaysia, Negara Bagian Perak, melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) menyusul insiden tenggelamnya kapal yang diduga membawa Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) warga negara Indonesia, di perairan Pulau Pangkor.
Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kepten Maritim Mohamad Shukri bin Khotob dalam siaran pers yang diterima, di Kuala Lumpur, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan pada Senin (11/5) pagi sekitar pukul 05.30 pagi dari seorang nelayan setempat yang menemukan para korban terapung di laut dan meminta bantuan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Operasi SAR segera dilakukan pada pukul 06.00 pagi dengan mengerahkan KM GAGAH serta BENTENG 1203 untuk melaksanakan upaya pencarian dengan bantuan instansi terkait seperti Pasukan Polis Marin (PPM), Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), serta komunitas nelayan setempat.
Sebuah kapal nelayan lokal, VNT PKFB 616, berhasil menyelamatkan sebanyak 23 korban yang terdiri atas 16 laki-laki dan 7 perempuan warga negara Indonesia, di mana selanjutnya seluruh korban diantar oleh Kapal PPM PAC 16 ke Dermaga PPM Kampung Acheh untuk proses dokumentasi serta penyelidikan lebih lanjut.
Hasil penyelidikan awal terhadap para korban mendapati bahwa jumlah keseluruhan PATI yang berada di atas kapal tersebut sebanyak 37 orang. Hingga saat ini, sebanyak 23 korban berhasil diselamatkan sementara sisanya masih belum diketahui keberadaannya dan operasi SAR masih terus dilakukan secara intensif.
Dalam perkembangan terkait, KM GAGAH turut melaporkan penemuan tiga buah tas berisi pakaian yang diduga milik para korban di lokasi operasi SAR dan akan dilakukan identifikasi oleh korban-korban yang telah diselamatkan.
Seluruh korban yang berhasil diselamatkan dibawa ke Dermaga PPM Kampung Acheh, Perak, sebelum diserahkan kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut di IPD Manjung.
Berdasarkan laporan, para korban diduga berangkat dari Kisaran, Indonesia pada 9 Mei 2026 menuju Malaysia dengan beberapa tujuan yang diperkirakan meliputi Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.
Operasi SAR ini juga melibatkan sejumlah armada seperti KD Sri Indera Sakti, Helikopter Fennec TLDM, dua unit Fast Combat Boat (FCB) TLDM, Pesawat Bombardier CL 415 (APMM), serta Kapal PAC 16 (PPM) untuk melaksanakan pemantauan udara dan pencarian di area insiden.
Kepten Maritim Mohd Shukri bin Khotob menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengintensifkan operasi pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
“Maritim Malaysia berkomitmen dalam melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan bersama instansi terkait guna memastikan seluruh korban yang diduga terlibat dapat ditemukan. Masyarakat, khususnya komunitas maritim, diminta memberikan informasi apabila menemukan korban atau objek mencurigakan di laut,” ujarnya.
Otoritas Maritim Negeri Perak, Malaysia meminta masyarakat yang memiliki informasi atau menemukan petunjuk mengenai para korban yang masih belum ditemukan untuk menghubungi Pusat Operasi Maritim Negara Bagian Perak di nomor 05-683 8737 atau nomor darurat 999 untuk tindakan segera.
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga Editor: M Razi Rahman Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Berita terkait

14 WNI Masih Dicari usai Kapal PMI Ilegal Tenggelam di Malaysia
Kapal pengakut pekerja migran ilegal mengalami kecelakaan di Laut Pangkor Malaysia. 14 orang dilaporkan hilang.

Polri Sebut Satu WNI di Sindikat Judi Online Pernah Bekerja di Kamboja
Polri menyatakan terdapat satu warga negara Indonesia WNI yang terlibat dalam sindikat judi online judol internasional yang ditangkap di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat.

Pedro Acosta raih pole position MotoGP Catalunya 2026
Pedro Acosta tampil apik pada sesi kualifikasi putaran keenam balapan MotoGP Catalunya 2026 setelah merebut pole position (start terdepan) sekaligus ...

Leo/Daniel Melaju ke Final Thailand Open 2026
Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin memastikan langkah ke final BWF World Tour Super 500 Thailand Open 2026 setelah menaklukkan wakil ...

Prabowo minta Bulog prioritaskan stok pangan nasional
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kepada Perum Bulog untuk mengamankan stok pangan di dalam negeri sebelum diekspor ke negara-negara lain mengingat belum ...

IBL Umumkan Lima Kandidat MVP Liga 2026
Indonesian Basketball League (IBL) mengumumkan lima kandidat peraih penghargaan IBL League MVP 2026, yang nanti akan dinilai berdasarkan statistik, kontribusi ...