Live|
OkezoneVersi JafmoNewsNetral12 Mei 2026 pukul 13.31

Alasan Torsi Mesin Diesel Lebih Besar dari Bensin

Mesin diesel tidak berputar setinggi mesin bensin karena piston harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk putaran penuhnya.

Alasan Torsi Mesin Diesel Lebih Besar dari Bensin

Mobil bermesin diesel umumnya memiliki torsi lebih besar dibandingkan mobil bensin, sehingga dikenal lebih tangguh saat melintas di medan berat, tanjakan, maupun kebutuhan off road. Perbedaan ini terutama berasal dari karakter kerja mesin diesel yang memang dirancang untuk menghasilkan dorongan kuat pada putaran rendah hingga menengah.

Salah satu penyebab utamanya adalah rasio kompresi mesin diesel yang jauh lebih tinggi. Rasio ini dipengaruhi oleh langkah piston yang lebih panjang, sehingga piston bergerak naik-turun dalam volume silinder yang lebih besar. Karena harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk satu putaran penuh, mesin diesel tidak berputar setinggi mesin bensin. Sebaliknya, mesin bensin memakai langkah yang lebih pendek sehingga putarannya bisa lebih cepat, namun karakter torsinya tidak sekuat diesel.

Selain itu, tenaga yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar juga berpengaruh terhadap torsi. Meski nilai kalor diesel sedikit lebih rendah daripada bensin, bahan bakar diesel lebih padat dan mampu menyimpan energi hingga sekitar 15 persen lebih banyak per volume tertentu. Akibatnya, setiap kali diesel terbakar, energi yang diteruskan ke piston melalui tekanan menjadi lebih besar, lalu ikut meningkatkan torsi yang diteruskan ke poros engkol.

Faktor lain yang memperkuat torsi mesin diesel adalah penggunaan turbocharger. Banyak mesin diesel memakainya untuk menambah tekanan di dalam silinder saat langkah tenaga. Pada mesin diesel, tekanan dorong turbo umumnya diatur lebih tinggi dibandingkan turbo pada mesin bensin. Kondisi ini membantu mengurangi kerugian pemompaan saat langkah hisap dan membuat konversi energi menjadi lebih efisien, sehingga torsi yang dihasilkan pun semakin besar.

Sudut pandang lain

Dari sisi penggunaan, karakter torsi besar pada mesin diesel membuatnya lebih cocok untuk kendaraan angkut, SUV, dan mobil yang sering menghadapi beban berat atau medan menantang. Itulah sebabnya diesel kerap dipilih untuk kebutuhan fungsional ketimbang sekadar performa putaran tinggi.

Namun, keunggulan torsi tidak selalu berarti diesel unggul di semua aspek. Mesin bensin masih punya kelebihan pada putaran mesin yang lebih tinggi dan respons yang lebih cepat, sehingga pilihan mesin biasanya bergantung pada kebutuhan efisiensi, daya angkut, dan pola pemakaian kendaraan.

Lihat versi asli dari sumber

JAKARTA - Apa penyebab torsi mobil diesel lebih besar dibanding bensin? Mobil dengan mesin diesel umumnya tangguh dalam melibas berbagai medan, termasuk off road dan tanjakan.

Melansir Car Throttle, Selasa (12/5/2026), alasan pertama adalah rasio kompresi yang jauh lebih tinggi. Ini adalah rasio volume maksimum dan minimum dalam silinder mesin. Rasio ini lebih besar pada mesin diesel karena langkah piston yang lebih panjang. Artinya, piston bergerak naik turun dalam volume internal silinder yang lebih besar.

Mesin diesel tidak berputar setinggi mesin bensin karena piston harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk putaran penuhnya. Sementara mesin bensin menggunakan langkah yang lebih pendek untuk menggerakkan piston dalam semburan yang lebih cepat. Artinya, kecepatan mesin bisa lebih tinggi.

Pengaruh lain pada output torsi adalah tekanan yang diberikan pada piston dari bahan bakar yang terbakar. Diesel memiliki nilai kalor yang sedikit lebih rendah daripada bensin, yang berarti sebenarnya lebih banyak panas yang terkandung dalam bensin untuk volume tertentu daripada diesel.

Namun, diesel jauh lebih padat daripada bensin dan dapat menyimpan energi hingga 15 persen lebih banyak per volume tertentu. Ini berarti, setiap kali diesel dibakar, lebih banyak energi ditransfer melalui tekanan pada piston, meningkatkan jumlah torsi yang bekerja melalui poros engkol.

Banyak mesin diesel juga menggunakan turbocharger untuk mengimbangi kekurangan tenaga kuda dan kecepatan mesin. Hal ini kemudian menciptakan tekanan yang lebih tinggi di dalam silinder untuk langkah tenaga, yang pada gilirannya menciptakan peningkatan torsi. Dibandingkan turbocharger pada mesin bensin, turbo diesel umumnya diatur pada tekanan dorong yang jauh lebih tinggi, yang mengurangi kerugian pemompaan selama langkah hisap mesin, memungkinkan mesin menjadi lebih efisien dalam konversi energinya melalui poros engkol.

© 2007 - 2026 Okezone.com, All Rights Reserved

Dirangkum dari Okezone · oleh https://www.facebook.com/OkezoneCom

Berita terkait