Purbaya: Rasio utang pemerintah masih dalam batas aman
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan posisi utang pemerintah Indonesia saat ini masih berada dalam batas aman dan terkendali.Berdasarkan data ...

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan posisi utang pemerintah Indonesia masih aman dan terkendali. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), total utang pemerintah per 31 Maret 2026 mencapai Rp9.920,42 triliun atau 40,75 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Purbaya menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi wartawan dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Senin. Ia menilai rasio tersebut masih berada di kisaran 40 persen dan belum mendekati batas yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara, yakni 60 persen terhadap PDB. Menurut dia, pengelolaan utang Indonesia juga relatif lebih berhati-hati dibandingkan sejumlah negara lain.
Dalam keterangannya, Purbaya mencontohkan rasio utang beberapa negara sejawat yang dinilainya jauh lebih tinggi, seperti Singapura yang sekitar 180 persen dan Malaysia sekitar 60 persen. Ia juga menyebut posisi utang Indonesia masih lebih terkendali dibandingkan negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang. Dengan perbandingan itu, pemerintah menilai Indonesia termasuk negara yang cukup prudent dalam menjaga struktur pembiayaan.
Dari komposisi utang, mayoritas masih berasal dari surat berharga negara (SBN). Outstanding SBN tercatat sebesar Rp8.652,89 triliun atau 87,22 persen dari total utang pemerintah per akhir Maret 2026. Adapun porsi pinjaman mencapai Rp1.267,52 triliun atau 12,78 persen. Pemerintah menyatakan pembiayaan utang dikelola dengan mempertimbangkan biaya dana yang efisien, risiko yang termitigasi, tata kelola yang baik, serta indikator utang yang tetap aman.
Selain itu, pembiayaan APBN 2026 disebut dijalankan secara bijak dan terukur dengan memperhatikan likuiditas pemerintah, kondisi kas yang optimal, dan dinamika pasar keuangan. Hingga 31 Maret 2026, realisasi pembiayaan anggaran tercatat Rp257,4 triliun, yang terdiri atas pembiayaan utang Rp258,7 triliun dan pembiayaan nonutang Rp1,3 triliun.
Sudut pandang lain
Pernyataan pemerintah mengenai rasio utang yang masih aman penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan publik terhadap disiplin fiskal. Meski demikian, besarnya porsi pembiayaan melalui surat berharga negara tetap membuat pemerintah perlu menjaga biaya bunga, profil jatuh tempo, dan kondisi pasar keuangan agar beban fiskal tidak meningkat.
Dalam konteks APBN 2026, ruang fiskal yang sehat akan bergantung pada kemampuan pemerintah menyeimbangkan kebutuhan pembiayaan pembangunan dengan pengendalian risiko utang. Karena itu, transparansi pengelolaan utang dan konsistensi strategi pembiayaan menjadi faktor utama untuk mempertahankan persepsi aman di tengah dinamika ekonomi global.
Lihat versi asli dari sumber
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan posisi utang pemerintah Indonesia saat ini masih berada dalam batas aman dan terkendali.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), posisi utang pemerintah mencapai Rp9.920,42 triliun atau 40,75 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 31 Maret 2026.
“(Posisi utang) Masih aman, masih sekitar 40 persen lebih sedikit, jadi aman,” kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin.
Menurut Menkeu, pengelolaan utang Indonesia relatif lebih hati-hati bila dibandingkan negara lain. Dia mencontohkan posisi rasio utang negara sejawat yang jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia, misalnya Singapura sekitar 180 persen dan Malaysia 60 persen.
Dibandingkan negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang, lanjut Purbaya, posisi utang Indonesia juga relatif lebih terkendali.
“Tinggi semua. Kita termasuk paling hati-hati dibanding negara sekeliling kita,” tambahnya.
Sebagai catatan, Undang-Undang Keuangan Negara menetapkan batas maksimal rasio utang adalah sebesar 60 persen.
Untuk saat ini, mayoritas utang pemerintah berasal dari instrumen surat berharga negara (SBN). Nilai outstanding SBN tercatat sebesar Rp8.652,89 triliun per akhir Maret 2026, atau setara dengan 87,22 persen dari total utang pemerintah.
Sedangkan komposisi lainnya berupa pinjaman sebesar Rp1.267,52 triliun atau 12,78 persen.
Pemerintah menyatakan strategi pembiayaan utang dilakukan dengan mempertimbangkan cost of fund yang efisien, risiko yang termitigasi, tata kelola yang baik, serta terjaganya indikator utang pada level yang aman.
Pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 pun dikelola secara bijak dan terukur serta memperhatikan likuiditas pemerintah, kondisi kas yang optimal, dan tetap memperhatikan dinamika pasar keuangan.
Adapun realisasi pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp257,4 triliun per 31 Maret 2026. Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan utang sebesar Rp258,7 triliun dan pembiayaan non utang Rp1,3 triliun.
Pewarta: Imamatul Silfia Editor: Faisal Yunianto Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Berita terkait
Purbaya Siap Bantu BI Stabilkan Rupiah Mulai Besok
Purbaya mengatakan pihaknya akan membantu Bank Indonesia (BI) menangani pelemahan nilai tukar rupiah, yang per hari ini menyentuh kisaran angka Rp 17.500 per dolar AS.

Pedro Acosta raih pole position MotoGP Catalunya 2026
Pedro Acosta tampil apik pada sesi kualifikasi putaran keenam balapan MotoGP Catalunya 2026 setelah merebut pole position (start terdepan) sekaligus ...

Leo/Daniel Melaju ke Final Thailand Open 2026
Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin memastikan langkah ke final BWF World Tour Super 500 Thailand Open 2026 setelah menaklukkan wakil ...

Prabowo minta Bulog prioritaskan stok pangan nasional
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kepada Perum Bulog untuk mengamankan stok pangan di dalam negeri sebelum diekspor ke negara-negara lain mengingat belum ...

IBL Umumkan Lima Kandidat MVP Liga 2026
Indonesian Basketball League (IBL) mengumumkan lima kandidat peraih penghargaan IBL League MVP 2026, yang nanti akan dinilai berdasarkan statistik, kontribusi ...

Koki Indonesia Jadi Kunci Sajian Haji Bernuansa Nusantara
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan bahwa kehadiran para juru masak dari Indonesia menjadi kunci utama untuk memaksimalkan kualitas dan cita ...