Live|
Antara NewsVersi JafmoNewsNetral11 Mei 2026 pukul 15.45

KRI Canopus 936 Dikerahkan untuk Ekspedisi Jala Citra

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Canopus-936 akan digunakan untuk menjalankan ...

KRI Canopus 936 Dikerahkan untuk Ekspedisi Jala Citra

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan KRI Canopus-936 akan digunakan untuk menjalankan Ekspedisi Jala Citra. Kapal perang baru itu diharapkan memperkuat pemetaan wilayah perairan Indonesia, terutama area yang selama ini belum terjangkau survei secara optimal.

Pernyataan tersebut disampaikan Ali saat menerima KRI Canopus-936 di dermaga Kolinlamil, Jakarta, pada Senin. Menurut dia, Ekspedisi Jala Citra merupakan program penelitian hidrografi dan oseanografi yang digelar setiap tahun untuk memperbarui peta permukaan maupun bawah laut Indonesia. Kehadiran kapal ini dinilai penting karena sebelumnya TNI AL hanya mengandalkan dua kapal bantu hidrografi oseanografi, yakni KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934, yang memiliki keterbatasan teknologi sonar untuk pemetaan bawah laut.

Ali menyebut KRI Canopus-936 dibekali sejumlah perangkat modern, antara lain Hydrographic Survey Launcher (HSL), Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Surface Vehicle (ASV), dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Seluruh perlengkapan itu akan dipakai untuk survei hidrografi, oseanografi, geofisika, serta pemetaan dasar laut secara lebih rinci dan akurat.

Selain untuk penelitian, kapal ini juga dapat mendukung operasi militer. Fungsinya mencakup pemetaan jalur kapal selam, deteksi ranjau laut, patroli keamanan, dan dukungan intelijen maritim. Dengan kemampuan tersebut, TNI AL diharapkan dapat memperkuat penjagaan wilayah teritorial laut Indonesia melalui pemetaan yang lebih menyeluruh.

KRI Canopus-936 juga disebut mampu menjalankan misi pencarian dan pertolongan bawah air, termasuk mendeteksi sinyal darurat dan mencari objek di dasar laut. Ali menambahkan, kemampuan ini akan membantu TNI AL dalam upaya menemukan kapal selam yang mengalami kecelakaan dan tenggelam di laut.

Sudut pandang lain

Kehadiran KRI Canopus-936 menunjukkan upaya modernisasi kemampuan survei bawah laut TNI AL, yang tidak hanya relevan untuk kebutuhan militer tetapi juga untuk pemutakhiran data kelautan nasional. Di negara kepulauan seperti Indonesia, data hidrografi yang akurat penting bagi keselamatan pelayaran, penegakan kedaulatan, dan perencanaan operasi maritim.

Dari sisi kebijakan pertahanan, penguatan armada survei semacam ini dapat menutup kelemahan teknis pada pemantauan wilayah laut yang luas. Dalam jangka panjang, pemetaan dasar laut yang lebih detail juga dapat mendukung respons pencarian dan penyelamatan, sekaligus meningkatkan kemampuan deteksi ancaman di laut.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Canopus-936 akan digunakan untuk menjalankan ekspedisi bawah laut Jala Citra.

"Dengan adanya kedatangan KRI Canopus-936 baru ini mudah-mudahan beberapa perairan yang tadinya belum tersentuh bisa dipetakan," kata Ali saat jumpa pers usai menerima KRI Canopus-936 di dermaga Kolinlamil Jakarta, Senin.

Ekspedisi Jala Citra merupakan program penelitian hidrografi dan oseanografi tahunan yang bertujuan untuk memperbaharui peta permukaan ataupun bawah laut Indonesia.

Ali menjelaskan sebelumnya TNI AL hanya mengandalkan dua kapal bantu Hidro Oseanografi yakni KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934. Dua KRI itu dinilai kurang maksimal karena memiliki keterbatasan teknologi sonar di bidang pemetaan bawah laut.

Oleh karena itu dengan adanya KRI Canopus-936, Ali berharap upaya pemetaan wilayah laut bisa dilakukan secara maksimal demi memperkuat penjagaan wilayah teritorial laut Indonesia.

KRI Canopus-936 dilengkapi dengan berbagai teknologi, di antaranya Hydrographic Survey Launcher (HSL), Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Surface Vehicle (AUV) serta Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

"Peralatan itu digunakan untuk melakukan survei hidrografi, oseanografi, geofisika, hingga pemetaan secara detail di dasar laut," ujar Ali.

Selain memantau wilayah bawah laut, kapal tersebut juga difungsikan untuk operasi militer seperti pemetaan jalur kapal selam, deteksi ranjau laut, patroli keamanan, serta dukungan intelijen maritim.

Ali menjelaskan KRI Canopus-936 juga mampu melaksanakan misi pencarian dan pertolongan (SAR) dalam air termasuk deteksi sinyal darurat dan pencarian objek di dasar laut.

Dengan teknologi ini, menurut dia, TNI AL dapat mencari kapal selam yang mengalami kecelakaan dan tenggelam di laut.

Pewarta: Walda Marison Editor: Laode Masrafi Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Dirangkum dari Antara News · oleh https://www.facebook.com/antaranewsdotcom

Berita terkait