Biaya Kepemilikan Toyota Fortuner Diesel per Tahun
Pemilik Fortuner VRZ 2021 mengaku harus menyiapkan dana hingga puluhan juta rupiah per tahun untuk operasional.
/data/photo/2026/05/11/6a01569e957b7.jpg)
Toyota Fortuner diesel masih menjadi salah satu SUV ladder frame yang diminati di Indonesia karena tampil gagah dan dinilai tangguh untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh. Namun, di tengah kenaikan harga solar non-subsidi, besaran biaya kepemilikannya ikut menjadi perhatian para pemilik kendaraan ini.
Andre, pemilik Toyota Fortuner VRZ lansiran 2021, mengatakan mobil tersebut ia gunakan sebagai kendaraan harian sekaligus untuk perjalanan jarak jauh, terutama kebutuhan overland. Menurut dia, salah satu pertimbangan memilih Fortuner adalah reputasinya sebagai mobil yang andal untuk pemakaian jangka panjang. Posisi duduk yang tinggi dan ground clearance yang besar juga membuatnya lebih percaya diri saat melintasi berbagai kondisi jalan.
Meski begitu, Andre mengakui bahwa biaya operasional Fortuner diesel tidak tergolong murah. Untuk bahan bakar, ia menghabiskan sekitar Rp 2 juta sampai Rp 4 juta per bulan dengan memakai Dexlite seharga Rp 26.000 per liter. Setelah harga solar non-subsidi naik, penggunaan mobil itu untuk mobilitas harian pun mulai dikurangi dan lebih sering dipakai untuk perjalanan luar kota. Jika dihitung setahun, pengeluaran BBM berada di kisaran Rp 24 juta hingga Rp 48 juta, dengan rata-rata sekitar Rp 36,5 juta.
Di luar biaya bahan bakar, pajak tahunan Fortuner diesel miliknya juga cukup besar, yakni sekitar Rp 8,5 juta sampai Rp 9 juta per tahun. Sementara itu, biaya servis berkala masih dianggap relatif wajar untuk ukuran SUV diesel, yaitu sekitar Rp 1 juta sampai Rp 3 juta setiap 10.000 kilometer. Dengan perhitungan kasar dari komponen BBM, pajak, dan servis, total biaya kepemilikan Toyota Fortuner diesel setidaknya mencapai Rp 33,5 juta hingga Rp 60 juta per tahun.
Walau biaya yang dikeluarkan tidak kecil, Andre tetap menilai Fortuner diesel punya nilai lebih dari sisi durabilitas, kenyamanan untuk perjalanan jauh, dan kemampuan menghadapi berbagai medan. Karena itu, SUV diesel seperti Fortuner dinilai masih relevan bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan kuat untuk pemakaian jangka panjang.
Sudut pandang lain
Kenaikan biaya operasional seperti BBM dan pajak menunjukkan bahwa kepemilikan SUV diesel tidak hanya soal harga beli, tetapi juga beban rutin yang harus disiapkan pemiliknya. Bagi konsumen, informasi ini penting untuk menilai apakah kendaraan semacam Fortuner sesuai dengan pola penggunaan dan anggaran tahunan mereka.
Dari sisi pasar, tingginya biaya kepemilikan bisa mendorong sebagian pengguna lebih selektif dalam memilih kendaraan besar berbahan bakar diesel, terutama untuk kebutuhan harian di dalam kota. Di sisi lain, daya tahan dan kenyamanan tetap menjadi alasan utama mengapa model seperti Fortuner masih memiliki basis peminat yang kuat.
Lihat versi asli dari sumber
JAKARTA, KOMPAS.com – Toyota Fortuner diesel masih menjadi salah satu SUV ladder frame yang cukup diminati di Indonesia. Selain punya tampilan gagah, mobil ini juga dikenal tangguh untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Namun di balik karakter SUV diesel yang kuat tersebut, biaya kepemilikannya juga menjadi perhatian para pengguna, terutama setelah harga bahan bakar solar non subsidi mengalami kenaikan.
Andre, pemilik Toyota Fortuner VRZ tahun 2021, turut membagikan pengalamannya soal biaya operasional SUV diesel tersebut.
“Mobil ini saya gunakan sebagai kendaraan harian sekaligus kendaraan untuk perjalanan jarak jauh, karena secara karakter memang cukup fleksibel untuk kebutuhan dalam kota maupun luar kota. Terutama overland,” kata Andre kepada Kompas.com, Senin (11/5/2026).
Menurut Andre, salah satu alasan dirinya memilih Fortuner karena mobil ini dikenal cukup andal untuk penggunaan jangka panjang.
“Fortuner dikenal sebagai mobil yang cukup reliable untuk pemakaian jangka panjang,” ujar Andre.
Selain itu, ground clearance tinggi dan posisi duduk khas SUV membuat dirinya merasa lebih percaya diri saat melewati berbagai kondisi jalan.
Namun, di balik keunggulan tersebut, Andre mengakui biaya operasional Fortuner diesel memang tidak bisa dibilang murah.
Untuk kebutuhan bahan bakar, dirinya mengaku menghabiskan biaya sekitar Rp 2 juta sampai Rp 4 juta per bulan dengan menggunakan Dexlite seharga Rp 26.000 per liter.
Andre juga mengatakan, sejak harga solar non subsidi mengalami kenaikan, penggunaan Fortuner untuk mobilitas harian mulai dikurangi.
Saat ini mobil tersebut lebih sering dipakai untuk perjalanan luar kota dibanding penggunaan dalam kota setiap hari.
Jika dihitung dalam setahun, biaya bahan bakar yang dikeluarkan Andre berada di kisaran Rp 24 juta hingga Rp 48 juta. Rata-rata pengeluaran BBM tahunannya sekitar Rp 36,5 juta.
Selain bahan bakar, biaya pajak tahunan Fortuner diesel miliknya juga tergolong cukup besar, yakni sekitar Rp 8,5 juta sampai Rp 9 juta per tahun.
Sementara untuk perawatan berkala, Andre mengaku biaya servis rutin masih relatif wajar untuk ukuran SUV diesel.
“Untuk servis biasanya sekitar Rp 1 juta sampai Rp 3 juta per 10.000 kilometer,” ujar Andre.
Jika ditotal secara kasar, maka setidaknya Andre harus mengeluarkan dana paling sedikit Rp 33,5 juta per tahun, hingga Rp 60 juta untuk biaya kepemilikan Toyota Fortuner diesel. Angka tersebut mencakup kebutuhan bahan bakar, pajak tahunan, dan servis berkala.
Meski biaya operasionalnya terbilang tidak sedikit, Andre menilai Toyota Fortuner diesel tetap menawarkan nilai lebih dari sisi durabilitas, kenyamanan perjalanan jauh, hingga kemampuan melibas berbagai kondisi jalan.
Karena itu, SUV diesel seperti Fortuner masih cocok untuk pengguna yang memang membutuhkan kendaraan tangguh dengan karakter kuat untuk pemakaian jangka panjang.
Berita terkait
Motor murah, pasar roda dua, dan mobil irit Suzuki diminati
Perhatian pembaca didominasi oleh sepeda motor dengan harga terjangkau, perkembangan pasar roda dua, serta mobil irit yang diam-diam dipasarkan Suzuki.
/data/photo/2026/05/16/6a07bbc770af1.jpg)
Polri Targetkan 28 Gudang Pangan Selesai Juni 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebut Polri akan memiliki 28 gudang ketahanan pangan untuk mendukung stabilitas pasokan pangan nasional.
/data/photo/2025/07/18/6879e7e806b8d.jpg)
Penyebab Storage WhatsApp Cepat Penuh dan Cara Mengatasinya
Storage WhatsApp bisa cepat penuh karena file media seperti foto, video, GIF, dokumen, dan voice note menumpuk tanpa disadari.
/data/photo/2026/01/30/697c7664edb25.jpeg)
Persija Menang 3-1 di Markas Persik, Cetak Rekor Poin
Persija Jakarta berhasil membawa pulang kemenangan dari kandang Persik Kediri.
/data/photo/2026/05/16/6a0807952f614.jpg)
Makanan yang Disarankan Ahli Saat Fase Luteal Menjelang Menstruasi
Menurut pakar, ada beberapa makanan yang baik dikonsumsi ketika sedang berada di fase luteal atau seminggu menjelang menstruasi.
/data/photo/2026/05/16/6a08326271032.jpeg)
Prabowo Pastikan Program MBG Diteruskan Tanpa Penyelewengan
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap diteruskan dengan catatan tidak boleh ada penyelewengan.