Titiek Soeharto Kagumi Final Liga 2 di Maguwoharjo
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, ikut merasakan panasnya atmosfer final Liga 2 Championship 2025/2026 saat menyaksikan duel PSS Sleman melawan Garudayaksa FC di S
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menyaksikan langsung laga final Liga 2 Championship 2025/2026 antara PSS Sleman dan Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Pertandingan berlangsung ketat hingga 120 menit sebelum Garudayaksa memastikan gelar juara lewat adu penalti 4-3 setelah skor imbang 2-2 di waktu normal dan perpanjangan waktu.
Usai pertandingan, Titiek mengaku terkesan dengan intensitas laga yang menurutnya sangat menarik untuk ditonton. Ia menilai kedua tim tampil sama kuat dan sama-sama layak diapresiasi karena sudah memastikan kenaikan kasta. Menurutnya, kekalahan PSS Sleman tetap patut dihormati karena perjuangan tim tuan rumah berlangsung hingga babak tos-tosan dan memberikan tontonan berkualitas bagi penonton.
Putri Presiden ke-2 RI Soeharto itu juga memuji kualitas permainan kedua kesebelasan yang dinilai tampil dengan semangat juang tinggi. Ia menyebut atmosfer stadion sangat luar biasa, terutama karena dipenuhi suporter fanatik PSS Sleman. Titiek menambahkan, ini menjadi pengalaman pertamanya menyaksikan langsung pertandingan di kasta kedua sepak bola Indonesia dan kesan yang didapatnya sangat positif.
Di tengah euforia pertandingan, Titiek juga mengingatkan pentingnya sportivitas suporter dalam mendukung tim masing-masing. Ia meminta penonton tetap tertib, baik ketika tim menang maupun kalah, serta tidak merusak fasilitas umum saat hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Ia juga menyoroti bahaya petasan di stadion yang dapat merugikan banyak pihak dan berpotensi menimbulkan sanksi.
Saat menanggapi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap keberhasilan Garudayaksa FC, Titiek menyebut apresiasi tetap ada. Namun, ia menegaskan hal yang paling penting adalah kedua tim sama-sama berhasil promosi ke Super League musim depan, sehingga final tersebut dinilai memberi hasil yang adil bagi keduanya.
Sudut pandang lain
Kehadiran tokoh publik di laga final seperti ini menunjukkan bahwa sepak bola nasional tidak hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga soal daya tarik emosional dan sosial di tengah suporter. Euforia yang tercipta dapat menjadi modal positif bagi promosi kompetisi, sekaligus pengingat bahwa keamanan stadion tetap harus dijaga.
Pernyataan Titiek tentang sportivitas juga relevan dalam konteks pembenahan kultur suporter di Indonesia. Pesan agar tidak ada perusakan fasilitas umum maupun penggunaan petasan menegaskan bahwa prestasi olahraga akan lebih bermakna bila diiringi perilaku penonton yang tertib dan bertanggung jawab.
Lihat versi asli dari sumber
VIVA – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto , ikut merasakan panasnya atmosfer final Liga 2 Championship 2025/2026 saat menyaksikan duel PSS Sleman melawan Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu 9 Mei 2026.
Laga berlangsung sengit dan penuh drama. Setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit, Garudayaksa akhirnya keluar sebagai juara usai menang adu penalti 4-3 atas PSS.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Atmosfer pertandingan pun membuat Titiek terkesan. Ia mengaku sangat menikmati jalannya pertandingan yang berlangsung ketat hingga babak tos-tosan.
“Pertandingannya seru sekali. Menurut saya sebenarnya tidak ada yang menang atau kalah karena kedua tim sama-sama naik kelas. Walaupun kalah, itu kekalahan yang terhormat,” ujar Titiek usai pertandingan.
Menurut putri Presiden ke-2 RI Soeharto tersebut, baik PSS maupun Garudayaksa sama-sama menunjukkan kualitas permainan dan semangat juang tinggi sepanjang laga.
“Kedua tim bermain bagus, sama-sama fight. Kami sebagai penonton juga puas karena pertandingan sampai perpanjangan waktu dan adu penalti,” katanya.
Titiek juga mengaku kagum dengan atmosfer Stadion Maguwoharjo yang dipenuhi suporter fanatik PSS Sleman. Ia bahkan menyebut ini sebagai pengalaman pertamanya menyaksikan langsung pertandingan kasta kedua sepak bola Indonesia.
“Euforianya luar biasa. Terus terang ini pertama kali saya menonton pertandingan Divisi 2 dan ternyata seru sekali,” ucapnya.
Di sisi lain, Titiek turut mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas dalam mendukung tim kesayangan. Ia meminta suporter sepak bola Indonesia tetap tertib, baik saat menang maupun kalah.
“Menang atau kalah itu biasa dalam sepak bola. Kalau tim yang kita dukung kalah, tidak perlu sampai merusak fasilitas umum,” ujar Titiek.
Ia juga menyoroti kebiasaan menyalakan petasan di stadion yang dinilai berbahaya dan berpotensi menimbulkan sanksi.
“Kita juga jangan menyalakan petasan karena bisa merusak dan merugikan suporter sendiri. Mari jadi penonton sepak bola yang baik dan tertib,” lanjutnya.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat ditanya soal perhatian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap keberhasilan Garudayaksa menjadi juara, Titiek menyebut apresiasi tetap diberikan.
Namun menurutnya, hal paling penting adalah kedua tim sama-sama berhasil promosi ke Super League musim depan.
Berita terkait
PSS Sleman Gagal Juara Setelah Kalah Adu Penalti
Laga final berlangsung sengit dan penuh drama. PSS sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal dua gol tanpa balas di babak pertama. Namun, tim asuhan Ansyari Lub

Adhyaksa FC Raih Dua Penghargaan Championship 2025-2026
Simak daftar penghargaan Championship 2025-2026.
/data/photo/2026/05/10/6a0093388fd1e.jpg)
Garudayaksa FC Siap Bersaing di Super League
Garudayaksa FC berhasil menjadi juara Championship musim ini dan promosi ke Super League 2026-2027.
Penghargaan Individu Terbaik Liga 2 2025/2026
Pegadaian Championship 2025/2026 resmi berakhir dengan Garudayaksa FC keluar sebagai juara. Tim pendatang baru itu memastikan gelar setelah menaklukkan PSS Sleman lewat d

VAR Warnai 273 Laga Championship 2025-2026
VAR digunakan di 273 pertandingan Championship 2025-2026. Garudayaksa FC, PSS Sleman dan Adhyaksa FC berhak promosi ke Super League.
Polri Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya menargetkan Polri membangun 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.