PSS Sleman Gagal Juara Setelah Kalah Adu Penalti
Laga final berlangsung sengit dan penuh drama. PSS sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal dua gol tanpa balas di babak pertama. Namun, tim asuhan Ansyari Lub
PSS Sleman harus menutup perjuangan di Pegadaian Championship 2025/2026 tanpa trofi setelah kalah dramatis dari Garudayaksa FC melalui adu penalti di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu 9 Mei 2026. Dalam laga final yang berlangsung ketat, PSS sempat tertinggal dua gol pada babak pertama sebelum bangkit dan memaksa pertandingan berakhir imbang 2-2 di waktu normal.
Tim asuhan Ansyari Lubis tampil berbeda setelah turun minum. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih memberi dampak nyata terhadap ritme permainan PSS, yang kemudian tampil lebih agresif dan mampu menekan pertahanan Garudayaksa FC. Kebangkitan itu berbuah hasil saat Super Elang Jawa berhasil menyamakan kedudukan dan menghidupkan kembali peluang juara di hadapan pendukung sendiri.
Namun, keberuntungan tidak berpihak kepada PSS dalam babak tos-tosan. Kevin Gomes dan Gustavo Tocantins gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor, sementara dari kubu lawan hanya Everton Nascimento yang gagal pada kesempatan pertama. Garudayaksa FC akhirnya memastikan gelar juara setelah menang 4-3 dalam adu penalti, atau unggul agregat 6-5 atas PSS Sleman.
Usai pertandingan, Ansyari mengakui timnya kehilangan fokus pada babak pertama sehingga Garudayaksa FC dapat mengambil kendali permainan. Ia menilai respons anak asuhnya pada babak kedua patut diapresiasi karena mampu menunjukkan mentalitas kuat dan membuat final berjalan sampai adu penalti. Meski kecewa gagal meraih gelar, Ansyari tetap memberikan penghargaan kepada para pemainnya atas perjuangan mereka sepanjang laga.
Ansyari juga menilai partai final tersebut berlangsung menarik dan layak dinikmati penonton karena menyajikan intensitas serta kualitas permainan yang tinggi. Ia turut mengucapkan selamat kepada Garudayaksa FC yang berhasil keluar sebagai juara pada musim ini.
Sudut pandang lain
Kegagalan PSS Sleman di final menunjukkan betapa pentingnya konsistensi sejak awal pertandingan, terutama dalam laga penentuan yang margin kesalahannya sangat kecil. Ketika tim tertinggal lebih dulu, kemampuan menjaga fokus dan disiplin menjadi faktor krusial untuk mencegah lawan menguasai alur permainan.
Dari sisi psikologis, kebangkitan PSS pada babak kedua tetap memberi sinyal positif bagi perkembangan tim. Meski hasil akhir tidak sesuai harapan, kemampuan memaksa pertandingan hingga adu penalti bisa menjadi modal evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya, khususnya dalam hal mental bertanding dan eksekusi pada momen-momen penting.
Lihat versi asli dari sumber
VIVA – PSS Sleman harus mengubur mimpi menutup musim Pegadaian Championship 2025/2026 dengan gelar juara. Super Elang Jawa gagal mengangkat trofi setelah kalah dramatis dari Garudayaksa FC lewat adu penalti di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu 9 Mei 2026.
Laga final berlangsung sengit dan penuh drama. PSS sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal dua gol tanpa balas di babak pertama. Namun, tim asuhan Ansyari Lubis menunjukkan mentalitas kuat dengan bangkit pada paruh kedua dan menyamakan skor menjadi 2-2.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski akhirnya kalah di babak tos-tosan, penampilan PSS tetap mendapat apresiasi karena mampu memberikan perlawanan hingga menit akhir.
Usai pertandingan, Ansyari Lubis mengakui timnya sempat kehilangan fokus di babak pertama sehingga Garudayaksa FC mampu menguasai permainan.
“Pada babak pertama kami sedikit kehilangan fokus sehingga Garudayaksa FC bisa mengambil alih permainan dengan sangat baik,” kata Ansyari Lubis.
Perubahan permainan PSS terlihat jelas di babak kedua. Pergantian pemain yang dilakukan Ansyari berhasil memberi dampak besar dan membuat tekanan PSS semakin meningkat.
Semangat juang para pemain Super Elang Jawa akhirnya membuahkan hasil setelah mereka sukses menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut hingga adu penalti.
“Pada babak kedua kami bermain dengan sangat luar biasa, kami bisa menyamakan kedudukan,” lanjut Ansyari Lubis.
Sayangnya, keberuntungan tidak berpihak kepada PSS di babak adu penalti. Kevin Gomes dan Gustavo Tocantins gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor.
Sementara dari kubu Garudayaksa FC, hanya Everton Nascimento yang gagal mencetak gol pada kesempatan pertama.
Garudayaksa FC akhirnya keluar sebagai juara setelah menang 4-3 di babak adu penalti atau unggul agregat 6-5.
Meski kecewa gagal menjadi juara, Ansyari tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya atas perjuangan sepanjang pertandingan.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia juga menilai final Championship musim ini berjalan menarik dan menyajikan kualitas pertandingan yang layak dinikmati penonton.
“Selamat untuk Garudayaksa FC yang berhasil menjadi juara. Ini partai final yang saya kira cukup bagus untuk kita lihat dan kita tonton,” ujar Ansyari lagi.
Berita terkait
Titiek Soeharto Kagumi Final Liga 2 di Maguwoharjo
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, ikut merasakan panasnya atmosfer final Liga 2 Championship 2025/2026 saat menyaksikan duel PSS Sleman melawan Garudayaksa FC di S

Adhyaksa FC Raih Dua Penghargaan Championship 2025-2026
Simak daftar penghargaan Championship 2025-2026.
Persib Kalahkan Persija Meski Tak Tampil Maksimal
Persib Bandung kalahkan Persija Jakarta 2-1 di Stadion Segiri, Samarinda, Pelatih Persib, Bojan Hodak puji mentalitas pemain, sementara Adam Alis jadi penentu kemenangan.
Penghargaan Individu Terbaik Liga 2 2025/2026
Pegadaian Championship 2025/2026 resmi berakhir dengan Garudayaksa FC keluar sebagai juara. Tim pendatang baru itu memastikan gelar setelah menaklukkan PSS Sleman lewat d

Persija Jakarta Menang Comeback 3-1 atas Persik Kediri
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Super League 2025-2026.
/data/photo/2026/01/30/697c7664edb25.jpeg)
Persija Menang 3-1 di Markas Persik, Cetak Rekor Poin
Persija Jakarta berhasil membawa pulang kemenangan dari kandang Persik Kediri.