GTA 6 Diperkirakan Dorong Kenaikan Biaya Bermain Game
Analis peringatkan GTA 6 bisa picu kejutan harga bagi gamer kasual. Biaya beli konsol baru dan game diprediksi bisa tembus Rp16 jutaan saat rilis nanti.
Kehadiran Grand Theft Auto VI atau GTA 6 diperkirakan tidak hanya berdampak besar bagi industri game, tetapi juga membuat sebagian pemain harus mengeluarkan biaya lebih tinggi. Seorang analis industri menilai, saat game tersebut resmi dirilis pada November 2026, banyak pembeli kasual bisa terkejut oleh lonjakan harga perangkat dan game yang menyertainya.
Analis Circana, Mat Piscatella, mengatakan antusiasme terhadap GTA 6 berpotensi mendorong konsumen kembali membeli konsol generasi terbaru. Namun, kondisi pasar saat ini menunjukkan harga perangkat gaming terus meningkat, sehingga total biaya untuk memainkan game itu bisa menjadi jauh lebih mahal dibanding beberapa tahun lalu.
Piscatella memperkirakan, jika seseorang harus membeli konsol baru sekaligus game-nya, total pengeluaran bisa mendekati US$1.000 atau sekitar Rp16 jutaan. Perkiraan itu berkaitan dengan kemungkinan kenaikan harga PlayStation 5 dan Xbox Series X/S dalam beberapa bulan mendatang. Ia menggambarkan situasi ketika gamer kasual datang ke toko karena ingin membeli GTA 6, tetapi terkejut melihat harga konsol modern yang sudah jauh melampaui harga pada masa sebelumnya.
Menurut Piscatella, banyak konsumen belum sepenuhnya menyadari seberapa besar perubahan harga hardware gaming dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari biaya produksi perangkat elektronik, kelangkaan memori, inflasi global, hingga tarif perdagangan internasional. Sejumlah analis menilai, industri game kini mulai bergeser dari pasar massal menuju produk premium yang lebih banyak menyasar konsumen berpenghasilan tinggi.
Piscatella juga menyebut mayoritas pembeli hardware gaming saat ini berasal dari rumah tangga dengan pendapatan di atas US$100 atau sekitar Rp1,7 jutaan per tahun. Di sisi lain, harga rata-rata perangkat gaming dilaporkan naik tajam dari sekitar US$250 atau Rp4,3 juta pada 2019 menjadi berpotensi menembus US$500 atau sekitar Rp8,6 jutaan dalam waktu dekat. Selain itu, harga GTA 6 sendiri masih menjadi pembahasan, karena sejumlah analis memperkirakan Rockstar dan Take-Two dapat menjadikan game ini sebagai judul pertama dengan harga US$80 hingga US$100, atau sekitar Rp1,7 jutaan untuk edisi standar.
Sudut pandang lain
Jika prediksi kenaikan harga ini benar, GTA 6 bisa menjadi contoh bagaimana peluncuran game besar tidak lagi hanya bergantung pada kualitas konten, tetapi juga pada daya beli konsumen. Situasi ini berpotensi mendorong perdebatan baru di industri soal aksesibilitas game AAA, terutama bagi pemain yang belum memiliki konsol generasi terbaru.
Dari sisi pasar, fenomena ini menunjukkan tekanan biaya yang lebih luas pada ekosistem perangkat hiburan digital. Kenaikan harga hardware dan kemungkinan tarif game premium dapat memperkuat tren bahwa industri game kelas atas semakin mengarah ke segmen yang lebih terbatas, sementara gamer kasual mungkin menunda pembelian atau beralih ke platform lain.
Lihat versi asli dari sumber
VIVA – Kehadiran Grand Theft Auto VI atau GTA 6 diprediksi bukan hanya akan mengguncang industri game , tetapi juga dompet para gamer. Seorang analis industri memperingatkan bahwa banyak pembeli kasual bisa mengalami “price shock” atau kejutan harga saat game tersebut resmi dirilis pada November 2026.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut analis Circana, Mat Piscatella, dikutip VIVA Minggu, 10 Mei 2026, antusiasme luar biasa terhadap GTA 6 berpotensi mendorong banyak orang kembali membeli konsol generasi terbaru. Namun masalahnya, harga perangkat gaming saat ini terus naik dan bisa mencapai angka yang jauh lebih mahal dibanding beberapa tahun lalu.
Piscatella bahkan memperkirakan total biaya untuk memainkan GTA 6 bisa mendekati US$1.000 atau sekitar Rp16 jutaan jika seseorang harus membeli konsol baru sekaligus gamenya. Angka itu berasal dari kemungkinan kenaikan harga PlayStation 5 dan Xbox Series X/S dalam beberapa bulan mendatang.
Ia menggambarkan situasi di mana gamer kasual datang ke toko karena mendengar GTA 6 akhirnya dirilis, tetapi kemudian terkejut melihat harga konsol modern yang kini jauh lebih mahal dibanding era sebelumnya. Menurutnya, banyak konsumen belum benar-benar menyadari seberapa drastis perubahan harga hardware gaming dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi ini diperparah oleh naiknya biaya produksi perangkat elektronik, kelangkaan memori, inflasi global, hingga tarif perdagangan internasional. Beberapa analis menyebut industri gaming kini mulai bergerak dari pasar massal menuju produk premium yang lebih banyak ditujukan untuk kalangan berpenghasilan tinggi.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Piscatella juga mengungkap bahwa mayoritas pembeli hardware gaming saat ini berasal dari rumah tangga dengan pendapatan di atas US$100 atau sekitar Rp1,7 jutaan per tahun. Sementara harga rata-rata perangkat gaming meningkat tajam dari sekitar US$250 atau ssekitar Rp4,3 juta pada 2019 menjadi berpotensi melampaui US$500 atau sekitar Rp8,6 jutaan dalam waktu singkat.
Selain harga konsol, biaya GTA 6 sendiri juga masih menjadi perdebatan besar di industri game. Sejumlah analis memperkirakan Rockstar dan Take-Two bisa menjadikan GTA 6 sebagai game pertama yang menembus harga US$80 hingga US$100 atau setara Rp1,7 jutaan untuk edisi standar.
Berita terkait
Map Vice City GTA 6 Dibuat Ulang di Minecraft
Map Vice City GTA 6 versi Minecraft viral di komunitas gamer. Fans membuat kota skala besar mirip GTA 6 lengkap dengan nuansa modern ala Miami yang memukau.
Rockstar Siapkan Update Besar GTA Online pada Musim Panas 2026
GTA Online siapkan update besar musim panas 2026. Rockstar disebut bakal hadirkan konten spesial, event baru, dan kejutan menjelang perilisan GTA 6. Berikut detailnya.
Polri Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya menargetkan Polri membangun 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Perlambatan nikel dinilai menekan ekonomi kawasan tambang
Pemerintah bicara tentang nasionalisme, kedaulatan sumber daya alam, tentang bagaimana Indonesia tidak boleh lagi dijajah asing melalui ekspor bahan mentah termasuk nikel
Leo/Daniel Lolos ke Final Thailand Open 2026
Leo/Daniel sukses lolos ke final Thailand Open 2026 usai mengalahkan pasangan dari perwakilan China He Ji Ting/Ren Xiang Yu dua gim langsung di Bangkok.
Leo/Daniel Lolos ke Final Thailand Open 2026
Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, sukses memastikan langkah ke babak final turnamen BWF World Tour Super 500 Thailand Open 2026.