Live|
VIVAVersi JafmoNewsPositif14 Mei 2026 pukul 07.00

Marotta Ungkap Kunci Sukses Inter Milan di Era Cristian Chivu

Keberhasilan Inter Milan menundukkan Lazio 2-0 di final Coppa Italia 2026 tidak hanya menambah trofi ke-10 di lemari klub, tetapi juga mengukuhkan status mereka sebagai

Marotta Ungkap Kunci Sukses Inter Milan di Era Cristian Chivu

Inter Milan menutup musim dengan kemenangan 2-0 atas Lazio di final Coppa Italia 2026 dan memastikan raihan double, yakni Scudetto serta Coppa Italia. Hasil itu sekaligus menambah koleksi trofi klub menjadi 10 dan mengulang pencapaian terakhir yang mereka raih pada musim bersejarah 2010. Di tengah perayaan di Stadio Olimpico, Presiden Inter Beppe Marotta menjelaskan faktor-faktor yang membuat tim tampil konsisten di bawah pelatih Cristian Chivu.

Marotta menilai keberhasilan tersebut bukan semata-mata hasil kerja para pemain di lapangan, melainkan buah kolaborasi seluruh elemen klub. Ia menekankan bahwa ada dua tim yang berperan, yakni tim yang bertanding dan tim di balik layar yang terdiri dari manajemen serta seluruh staf pendukung. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam perjalanan Inter musim ini.

Ia juga memberi pujian kepada keputusan klub menunjuk Cristian Chivu sebagai pelatih. Menurut Marotta, Chivu mampu menunjukkan kualitasnya meski belum memiliki banyak pengalaman di level manajerial senior. Keberhasilan itu disebut menjadi bukti bahwa Inter berani mengambil langkah tepat dengan memberi kepercayaan kepada sosok yang dinilai memiliki potensi besar.

Menjelang bursa transfer berikutnya, Marotta meredam spekulasi soal perubahan besar dalam skuad. Walaupun beberapa pemain penting seperti Francesco Acerbi, Stefan de Vrij, dan Henrikh Mkhitaryan akan habis kontrak, Inter disebut tetap berpegang pada strategi stabilitas. Marotta menegaskan bahwa klub memilih jalur evolusi ketimbang revolusi, sehingga tidak akan melakukan perombakan besar-besaran.

Dalam rencana jangka panjangnya, Inter akan terus mencari pemain muda berbakat untuk dikembangkan secara bertahap. Mereka kemudian akan dipadukan dengan pemain senior yang memiliki mental juara agar keseimbangan tim tetap terjaga. Marotta juga tetap optimistis terhadap arah klub, meski mengakui ada sedikit penyesalan di kompetisi Eropa, karena kepemimpinan yang stabil dari pemilik hingga manajemen diyakini menjadi fondasi utama menuju kesuksesan berikutnya.

Sudut pandang lain

Dari sisi manajemen olahraga, pernyataan Marotta menunjukkan Inter sedang membangun model keberlanjutan, bukan sekadar mengejar hasil instan. Pendekatan ini penting karena klub juara sering menghadapi risiko penurunan performa saat melakukan pergantian besar dalam skuad atau staf pelatih.

Secara kompetitif, strategi menggabungkan pemain muda dan senior memberi Inter peluang menjaga daya saing dalam jangka menengah. Namun, keberhasilan model ini akan sangat bergantung pada konsistensi rekrutmen, adaptasi Chivu, serta kemampuan klub mempertahankan ruang ganti yang stabil di tengah tekanan untuk terus menang.

Lihat versi asli dari sumber

Roma, VIVA – Keberhasilan Inter Milan menundukkan Lazio 2-0 di final Coppa Italia 2026 tidak hanya menambah trofi ke-10 di lemari klub, tetapi juga mengukuhkan status mereka sebagai penguasa baru Italia dengan raihan gelar Double (Scudetto dan Coppa Italia). Pencapaian ini merupakan yang pertama bagi Nerazzurri sejak musim legendaris 2010 silam.

Di tengah euforia perayaan di Stadio Olimpico, Presiden Inter, Beppe Marotta , memberikan pandangannya mengenai kunci sukses tim di bawah arahan pelatih Cristian Chivu serta rencana strategis klub ke depan.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apresiasi untuk Kerja Sama Tim

Marotta menekankan bahwa kesuksesan ini bukan hanya milik mereka yang berlaga di lapangan hijau, melainkan hasil kerja keras seluruh elemen klub.

"Ada tim di dalam lapangan dan ada juga tim di luar lapangan, yang terdiri dari manajemen dan semua orang yang bekerja di balik layar untuk klub. Jadi saya ingin berterima kasih kepada mereka semua malam ini," ujar Marotta kepada Sport Mediaset.

Ia juga memuji keberanian klub dalam menunjuk Cristian Chivu, yang mampu membuktikan kualitasnya meski datang dengan rekam jejak manajerial senior yang masih minim.

Evolusi, Bukan Revolusi

Menghadapi bursa transfer mendatang, Marotta mendinginkan spekulasi mengenai perombakan besar-besaran. Meskipun beberapa pemain kunci seperti Francesco Acerbi, Stefan de Vrij, dan Henrikh Mkhitaryan akan habis masa kontraknya, Marotta tetap pada pendiriannya untuk menjaga stabilitas.

"Kami percaya pada evolusi dan bukan revolusi. Tidak perlu mengubah terlalu banyak hal," tegas Marotta.

Ia menjelaskan bahwa strategi Inter adalah terus menyuntikkan tenaga muda berbakat secara bertahap untuk didampingi oleh para pemain senior yang sudah memiliki mental juara.

"Kami akan terus mengidentifikasi pemain muda berbakat yang bisa kami bantu untuk berkembang, menggabungkan mereka dengan sosok berpengalaman yang sudah memiliki mentalitas pemenang yang mendarah daging," tambahnya.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menatap Masa Depan

Meskipun sempat ada penyesalan kecil di kompetisi Eropa, Marotta tetap optimis dengan arah perkembangan klub saat ini. Model kepemimpinan yang stabil dari pemilik klub hingga manajemen dianggap sebagai kunci yang akan terus membawa Inter menuju kemenangan-kemenangan berikutnya.

Dirangkum dari VIVA · oleh Luzman Rifqi Karami

Berita terkait