Live|
Kompas.comVersi JafmoNewsNegatif10 Mei 2026 pukul 09.25

Kurniawan Evaluasi Kelemahan Timnas U17 Jelang Hadapi Jepang

Pemain Timnas U17 Indonesia berebut bola dengan pemain Qatar pada laga kedua Grup B Piala Asia U17 2026.

Kurniawan Evaluasi Kelemahan Timnas U17 Jelang Hadapi Jepang

Timnas U17 Indonesia harus menerima kekalahan 0-2 dari Qatar pada laga kedua Grup B Piala Asia U17 2026 yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City Training, Jeddah. Hasil ini membuat Garuda Muda turun ke peringkat ketiga klasemen sementara, meski mengoleksi poin yang sama dengan Qatar karena kalah head-to-head.

Dua gol Qatar masing-masing dicetak Ayokunle Samuel Tokode pada menit ke-57 dan Dhiaeddine Larbi pada menit ke-66. Kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi Indonesia yang sebelumnya sempat menunjukkan permainan cukup baik pada babak pertama, namun tidak mampu mempertahankan konsistensi hingga laga berakhir.

Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menilai timnya belum siap menghadapi transisi cepat lawan saat kehilangan bola. Ia menyebut dua gol Qatar lahir dari momen transisi negatif yang tidak diantisipasi dengan baik oleh para pemain. Menurutnya, di sepanjang pertandingan para pemain sudah bekerja keras dan tampil disiplin, tetapi ada celah yang berhasil dimanfaatkan lawan menjadi gol.

Kurniawan juga menyoroti penyelesaian akhir yang belum maksimal. Indonesia sebenarnya memiliki beberapa peluang pada babak pertama, termasuk satu tendangan penalti, tetapi kesempatan itu belum bisa dikonversi menjadi gol. Ia menilai aspek ini menjadi salah satu pekerjaan rumah penting yang harus segera dibenahi tim pelatih.

Menjelang laga terakhir grup melawan Jepang, Kurniawan menegaskan timnya masih memiliki peluang untuk lolos ke fase gugur. Ia meminta para pemain segera bangkit dari kekecewaan dan memulihkan kondisi mental agar bisa tampil habis-habisan pada pertandingan pamungkas. Menurutnya, staf pelatih dan ofisial harus bekerja lebih keras untuk menjaga kepercayaan diri skuad muda Indonesia agar tetap fight sampai akhir.

Sudut pandang lain

Kekalahan dari Qatar memperlihatkan bahwa tim muda Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menjaga konsentrasi, terutama saat transisi bertahan setelah kehilangan bola. Pada level turnamen usia muda, detail seperti disiplin posisi, reaksi terhadap serangan balik, dan ketenangan di depan gawang sering menjadi pembeda hasil akhir.

Laga melawan Jepang akan menjadi ujian lanjutan bagi kemampuan tim pelatih mengelola mental pemain setelah kalah. Selain mengejar hasil, pertandingan itu juga penting sebagai tolok ukur perkembangan organisasi permainan dan efektivitas penyelesaian akhir Indonesia di ajang berlevel tinggi.

Lihat versi asli dari sumber

KOMPAS.com - Langkah Timnas U17 Indonesia dalam ajang Piala Asia U17 2026 menemui tantangan besar usai dipaksa mengakui keunggulan Qatar pada pertandingan kedua Grup B. Bermain di Stadion King Abdullah Sports City Training, Jeddah, skuad Garuda Muda harus menelan pil pahit setelah menyerah dengan skor akhir 0-2. Kekalahan ini membuat posisi Timnas U17 Indonesia merosot ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup B. Walaupun memiliki raihan poin yang sama dengan Qatar , Timnas U17 Indonesia harus berada di bawah tim asuhan  Alvaro Meija karena kalah dalam hitungan head-to-head. Dua gol kemenangan Qatar yang dicetak oleh Ayokunle Samuel Tokode pada menit ke-57 dan Dhiaeddine Larbi pada menit ke-66 menjadi sorotan utama. Baca juga: Kata-kata Kurniawan DY Usai Hasil Timnas U17 Indonesia Vs Qatar 0-2 Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menilai anak asuhnya belum siap mengantisipasi serangan balik cepat lawan ketika kehilangan bola. "Ya, pertama secara hasil kita tahu kita kalah. Tentu tidak sesuai yang kita harapkan." kata Kurniawan dalam rilis yang diterima KOMPAS.com. "Tapi tetap saya mengapresiasi kerja keras dari para pemain. Terutama kedisiplinan mereka di sepanjang laga." Lebih lanjut, ia membedah celah yang dimanfaatkan oleh lawan. "Memang dua gol terjadi karena transisi negatif kita. Jadi ketika kita hilang bola, tim lawan mampu memanfaatkan itu. Dan kita kurang siap dalam hal itu," lanjutnya. "Walaupun sepanjang babak pertama kita bermain cukup bagus. Masalah disiplin mereka, terus peluang kita juga ada." Sorotan soal Penyelesaian Akhir Baca juga: Kurniawan Ungkap Kunci Timnas U17 Indonesia Libas China di Piala Asia U17 2026 Selain persoalan transisi, efektivitas di lini depan turut menjadi evaluasi penting. Indonesia sebenarnya memiliki beberapa kesempatan emas di paruh pertama, termasuk hadiah penalti, namun gagal dimaksimalkan untuk mengubah keadaan. Kini, tim pelatih berupaya memulihkan kondisi psikologis pemain sebelum menghadapi tim kuat, Jepang . "Di babak pertama ada (lebih kurang) three peluang, termasuk penalti. Tapi memang sayang belum bisa terjadi gol," jelas Kurniawan. "Kedepannya tentu kita di coaching staff dan official semua harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan mental para pemain," ungkap pelatih kelahiran Magelang tersebut. Optimisme Menatap Laga Pamungkas Meski berada di situasi sulit, Kurniawan menegaskan bahwa harapan untuk melaju ke fase gugur masih terjaga. Baca juga: Nova Arianto Panggil Mathew Baker untuk Piala AFF U19, Komunikasi dengan Kurniawan Ia meminta para pemain untuk segera bangkit dari kekecewaan dan mengerahkan seluruh kemampuan terbaik pada pertandingan terakhir grup. "Setelah kita kalah tadi malam itu tugas dari kita di coaching staff dan official untuk mengembalikan mental mereka untuk tidak semakin terpuruk." "Karena peluang masih ada, masih terbuka. Dan kita berusaha untuk fight maksimal sampai perjuangan terakhir kita," pungkasnya.

Dirangkum dari Kompas.com · oleh Kompas Cyber Media

Berita terkait